Pa'piong, Makanan Khas Toraja yang Terkenal Lezat dan Nikmat

Sabtu, 07 Desember 2019 - 10:58 WIB
Papiong, Makanan Khas...
Papiong, kuliner khas Toraja yang dikenal dengan rasanya yang lezat dan nikmat. Foto/SINDOnews/Joni Lembang
A A A
Toraja sebagai salah satu destinasi wisata di Sulsel tidak hanya terkenal dengan budaya, seni, adat istiadat dan panorama alamnya. Toraja juga memiliki berbagai masakan khas tradisional yang nikmat dan lezat. Salah satunya, pa’piong atau makanan yang dimasak dengan menggunakan bambu.

Wisatawan yang ingin menikmati pa’piong tidak sulit memperolehnya. Banyak rumah makan di Kota Makale Kabupaten Tana Toraja maupun di Kota Rantepao Kabupaten Toraja Utara yang menjual masakan tradisional Toraja ini.

Beberapa rumah makan yang menjual pa'piong, di antaranya yakni Warung Setia dan Warung Solata di Tana Toraja serta Warung Pong Buri di Toraja Utara. Selain itu, pa’piong juga dengan mudah dijumpai di warung makan yang ada di desa-desa di wilayah Toraja.

Jenis isi masakan pa’piong juga bermacam-macam. Salah satunya, pa’piong ikan mas yang tidak kalah lezatnya dengan pa’piong daging ayam kampung dan pa’piong daging babi. Keunikan dari pa’piong adalah cara memasaknya dengan menggunakan bambu.

Untuk memasak pa’piong ikan mas, pertama-tama ikan mas di iris menjadi beberapa bagian/potong. Kemudian siapkan sayuran dan bumbu. Pada umumnya, warga Toraja menggunakan daun bulunangko atau mayana. Biasa juga menggunakan burak atau batang pohon pisang yang masih muda.

Adapun bumbu pa’piong cukup sederhana yakni lombok atau cabe, bawang merah, bawang putih, garam, potongan jahe, dan batang serai. Selanjutnya, ikan mas yang sudah dipotong-potong dicampur dengan sayuran dan bumbu.

“Potongan ikan mas yang sudah bercampur dengan sayuran dan bumbu kemudian dimasukkan ke dalam ruas-ruas bambu yang berdiamater antara 8-10 centimeter. Ujung bambu bagian atas lalu ditutupi daun batang pisang dan siap untuk dimasak,” ujar Yuliana (46), seorang warga Dusun Tanete Kecamatan Sopai Kabupaten Toraja Utara.

Yuliana mengatakan cara memasak pa’piong pun terbilang unik. Ruas bambu yang berisi ikan mas dibakar di atas perapian yang di tengahnya terbentang batang kayu untuk menyandarkan bambu. Saat proses pembakaran, bambu harus sering-sering dibolak-balik agar makanan di dalamnya merata masaknya dan tidak ada bagian yang mentah atau gosong.

Untuk proses memasaknya membutuhkan waktu sekitar 1-2 jam lamanya. Setelah permukaan bambu menghitam menandakan pa’piong sudah masak kemudian diangkat dari perapian dan siap untuk disantap. “Rasa pa’piong sangat renyah dan gurih ketika dikunyah. Pa’piong jauh lebih nikmat dibanding jika dimasak menggunakan wajan,” ujar Yuliana.
(tyk)
Berita Terkait
5 Makanan Khas Vietnam...
5 Makanan Khas Vietnam yang Cocok untuk Lidah Orang Indonesia
7 Kuliner Khas Manado...
7 Kuliner Khas Manado untuk Pecinta Pedas, Kelezatannya Bikin Nagih
Sajian Rasa dari Makau:...
Sajian Rasa dari Makau: Surga Kuliner Asia di Kota Warisan UNESCO
10 Makanan Khas Bandung...
10 Makanan Khas Bandung yang Harus Dicoba, Murah Dijamin Bikin Ketagihan
5 Kuliner Khas Jawa...
5 Kuliner Khas Jawa Barat yang Penuh Filosofi, Cita Rasa Melegenda
9 Rujak Khas Indonesia,...
9 Rujak Khas Indonesia, Paling Unik Disiram Kuah Kepala Ikan Pindang
Berita Terkini
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 69 Orang Diamankan Polisi
2 menit yang lalu
Pemerintah Bakal Data...
Pemerintah Bakal Data Barang-Karyawan Hotel Sultan, Wamensesneg: Tak Ada yang Dikorbankan
1 jam yang lalu
Yayasan Bangun Ekosistem...
Yayasan Bangun Ekosistem Bahari Resmi Tercatat di Kementerian Hukum
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Simpatisan Lempari Polisi dan TNI dengan Batu
1 jam yang lalu
Eksekusi Hotel Sultan,...
Eksekusi Hotel Sultan, Wamensesneg: Kita Harus Tarik Aset yang Dikuasai Pihak Lain
2 jam yang lalu
Akses Masuk Kawasan...
Akses Masuk Kawasan GBK Dibatasi Jelang Eksekusi Hotel Sultan
3 jam yang lalu
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved