Resmikan Jembatan Paccerakang, Bupati Luwu Diapresiasi Warga
Senin, 04 Desember 2017 - 19:20 WIB
Bupati Luwu meresmikan jembatan di Desa Paccerakang Kabupaten Luwu. Foto : Istimewa
A
A
A
Warga di dua kecamatan, Ponrang dan Ponrang Selatan utamanya Desa Paccerakang dan Desa Kambori bersyukur telah selesainya pembangunan jembatan beton Paccerakang sepanjang 70 meter.
Jembatan ini diresmikan penggunaannya oleh Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, senin, (4/12/2017). Warga di dua kecamatan di atas menyambut antusias peresmian Jembatan Paccerakang dan mengelu-elukan Bupati Luwu saat hadir di tengah-tengah warga.
Betapa tidak sejak tahun 1971, masyarakat sudah memimpikan keberadaan jembatan beton di daerah mereka. Masalah transportasi yang menjadi kendala utama warga setempat dalam peningkatan ekonomi mereka utamanya pemasaran hasil pertanian ke daerah perkotaan seperti Palopo dan Belopa.
Menurut Kepala Desa Paccerakang, Galaluddin Banneringgi, ada jalan alternatif lain tetapi jaraknya sangat jauh dan harus memutar dan melintasi beberapa desa.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Bupati atas pembangunan jembatan beton di daerah kami, masyarakat sangat senang," ujarnya.
Senangnya warga di Kecamatan Ponrang dan Ponrang Selatan, mereka secara sukarela mengumpulkan dana untuk memotong sapi menyambut kedatangan Bupati Luwu sekaligus syukuran terwujudnya pembangunan di daerah mereka.
Bahkan dalam kesempatan ini, warga setempat mendeklarasikan diri membantu dan mendukung Cakka sapaan akrab Bupati Luwu sebagai Wakil Gubernur Sulsel.
"Ini bukan politik tapi tanda terima kasih kami, 100 persen kami pilih Cakka di Pilgub," ujarnya.
Bupati Luwu dalam sambutannya, mengatakan permohonan maaf kepada warga setempat dimana Pemkab Luwu sedikit terlambat menyelesaikan pembangunan Jembatan Paccerakang karena terkendala tekhnis di lapangan saat pekerjaan.
Dirinya mengutarakan bahwa modal pembangunan di Luwu kedepan adalah kemanan dan keharmonisan dalam keragaman.
"Ini yang harus dipupuk ke depan, jika tidak dijaga Luwu akan kembali seperti yang lalu. Jembatan ini hanya bagian kecil dari pembangunan di Luwu, jembatan ini tidak akan dilalui jika kambori dan paccerakang berkelahi," ujarnya.
Olehnya itu dirinya berharap kebersamaan yang telah terbangun antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dan pemerintah yang sudah terjaga dengan baik jangan sampai rusak karena persoalan beda pilihan di Pilkada.
Dirinya menyinggung soal deklarasi warga Desa Paccerakang dan Desa Kambori. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas komitmen keluarga di Bupon dan Ponsel. Ingin saya sampaikan bahwa ini bukan barter politik, saya tidak mau dibarter, selama kepemimpinan saya, Pemkab Luwu membangun dengan ikhlas tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
Jembatan ini diresmikan penggunaannya oleh Bupati Luwu, Andi Mudzakkar, senin, (4/12/2017). Warga di dua kecamatan di atas menyambut antusias peresmian Jembatan Paccerakang dan mengelu-elukan Bupati Luwu saat hadir di tengah-tengah warga.
Betapa tidak sejak tahun 1971, masyarakat sudah memimpikan keberadaan jembatan beton di daerah mereka. Masalah transportasi yang menjadi kendala utama warga setempat dalam peningkatan ekonomi mereka utamanya pemasaran hasil pertanian ke daerah perkotaan seperti Palopo dan Belopa.
Menurut Kepala Desa Paccerakang, Galaluddin Banneringgi, ada jalan alternatif lain tetapi jaraknya sangat jauh dan harus memutar dan melintasi beberapa desa.
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pak Bupati atas pembangunan jembatan beton di daerah kami, masyarakat sangat senang," ujarnya.
Senangnya warga di Kecamatan Ponrang dan Ponrang Selatan, mereka secara sukarela mengumpulkan dana untuk memotong sapi menyambut kedatangan Bupati Luwu sekaligus syukuran terwujudnya pembangunan di daerah mereka.
Bahkan dalam kesempatan ini, warga setempat mendeklarasikan diri membantu dan mendukung Cakka sapaan akrab Bupati Luwu sebagai Wakil Gubernur Sulsel.
"Ini bukan politik tapi tanda terima kasih kami, 100 persen kami pilih Cakka di Pilgub," ujarnya.
Bupati Luwu dalam sambutannya, mengatakan permohonan maaf kepada warga setempat dimana Pemkab Luwu sedikit terlambat menyelesaikan pembangunan Jembatan Paccerakang karena terkendala tekhnis di lapangan saat pekerjaan.
Dirinya mengutarakan bahwa modal pembangunan di Luwu kedepan adalah kemanan dan keharmonisan dalam keragaman.
"Ini yang harus dipupuk ke depan, jika tidak dijaga Luwu akan kembali seperti yang lalu. Jembatan ini hanya bagian kecil dari pembangunan di Luwu, jembatan ini tidak akan dilalui jika kambori dan paccerakang berkelahi," ujarnya.
Olehnya itu dirinya berharap kebersamaan yang telah terbangun antara masyarakat dengan masyarakat dan masyarakat dan pemerintah yang sudah terjaga dengan baik jangan sampai rusak karena persoalan beda pilihan di Pilkada.
Dirinya menyinggung soal deklarasi warga Desa Paccerakang dan Desa Kambori. "Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas komitmen keluarga di Bupon dan Ponsel. Ingin saya sampaikan bahwa ini bukan barter politik, saya tidak mau dibarter, selama kepemimpinan saya, Pemkab Luwu membangun dengan ikhlas tentunya sesuai dengan kebutuhan masyarakat," ujarnya.
(agn)