NPC Sulsel Belum Tentukan Tuan Rumah Peparprov 2022
Selasa, 04 Desember 2018 - 17:15 WIB
Ketua Nasional Paralympic Commite (NPC) Sulsel, Sonny Sandra (tengah) saat memantau pertandingan di cabor tennis Meja. Foto: Istimewa
A
A
A
Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) Sulsel yang digeler di Pinrang pada 1 hingga 3 Desember lalu telah sukses digelar. Dalam ajang olahraga disabilitas daerah itu Makassar keluar sebagai juara umum.
Hanya saja, selepas Peparprov ke-IV tersebut, tidak ada penyerahan bendera untuk daerah yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya. Ketua Nasional Paralympic Commite (NPC) Sulsel, Sonny Sandra pun menyebut hal itu masih belum ditentukan.
Sonny menjelaskan, penentuan tuan rumah, baru akan dilakukan pada 2019 mendatang. Melihat situasi yang saat ini belum kondusif. Lantaran seluruh NPC kabupaten dan kota masih disibukkan dengan pembuatan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerahnya masing-masing.
“Tahun ini belum kita bahas. Karena teman-teman NPC di daerah baru selesai mengikuti Peparprov. Idealnya memang tahun depan. Jadi kita akan melakukan koordinasi, kapan tepatnya kita akan bahas hal ini,” ungkap Sonny saat dikonfirmasi, Selasa (4/12/2018).
Dia mengatakan, penentuan tuan rumah Peparprov ke-V bisa dibahas pada sebuah rapat koordinasi, rapat kerja, atau pun musyawarah provinsi. Asal seluruh peserta NPC kabupaten dan kota hadir.
Peluang dijadikannya penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2020, yakni Sinjai dan Bulukumba sebagai tuan rumah Peparprov ke-V, tak ditampik Sonny. Menurutnya hal tersebut bisa saja terjadi.
“Bisa saja itu terjadi. Sinjai dan Bulukmba bisa jadi tuan rumah. Tapi mungkin pelaksanaanya tidak satu paket, atau hanya selisih satu bulan. Karena kan sudah ada contohnya, seperti pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games yang kompak digelar di Indonesia,” ujarnya.
Kendati demikian, Sonny mengatakan NPC Sulsel bisa juga menentukan tuan rumah sendiri. Tak perlu harus berpatokan pada penyelenggaran Porprov 2020. Ini lantaran NPC dan KONI sudah berpisah kepengurusan.
Terlebih hingga saat ini, sudah ada beberapa daerah yang memberikan sinyal untuk menjadi penyelenggara ajang olahraga disabilitas empat tahunan tersebut. Seperti Palopo, Bone dan Kota Makassar.
“Tapi kan hasilnya tetap ada di tangan gubernur untuk melihat kemungkainan efektifnya pelaksaannan muti event ini. Mau dipaketkan atau beda paket,” tutup Sonny.
Hanya saja, selepas Peparprov ke-IV tersebut, tidak ada penyerahan bendera untuk daerah yang akan menjadi tuan rumah selanjutnya. Ketua Nasional Paralympic Commite (NPC) Sulsel, Sonny Sandra pun menyebut hal itu masih belum ditentukan.
Sonny menjelaskan, penentuan tuan rumah, baru akan dilakukan pada 2019 mendatang. Melihat situasi yang saat ini belum kondusif. Lantaran seluruh NPC kabupaten dan kota masih disibukkan dengan pembuatan laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah daerahnya masing-masing.
“Tahun ini belum kita bahas. Karena teman-teman NPC di daerah baru selesai mengikuti Peparprov. Idealnya memang tahun depan. Jadi kita akan melakukan koordinasi, kapan tepatnya kita akan bahas hal ini,” ungkap Sonny saat dikonfirmasi, Selasa (4/12/2018).
Dia mengatakan, penentuan tuan rumah Peparprov ke-V bisa dibahas pada sebuah rapat koordinasi, rapat kerja, atau pun musyawarah provinsi. Asal seluruh peserta NPC kabupaten dan kota hadir.
Peluang dijadikannya penyelenggara Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2020, yakni Sinjai dan Bulukumba sebagai tuan rumah Peparprov ke-V, tak ditampik Sonny. Menurutnya hal tersebut bisa saja terjadi.
“Bisa saja itu terjadi. Sinjai dan Bulukmba bisa jadi tuan rumah. Tapi mungkin pelaksanaanya tidak satu paket, atau hanya selisih satu bulan. Karena kan sudah ada contohnya, seperti pelaksanaan Asian Games dan Asian Para Games yang kompak digelar di Indonesia,” ujarnya.
Kendati demikian, Sonny mengatakan NPC Sulsel bisa juga menentukan tuan rumah sendiri. Tak perlu harus berpatokan pada penyelenggaran Porprov 2020. Ini lantaran NPC dan KONI sudah berpisah kepengurusan.
Terlebih hingga saat ini, sudah ada beberapa daerah yang memberikan sinyal untuk menjadi penyelenggara ajang olahraga disabilitas empat tahunan tersebut. Seperti Palopo, Bone dan Kota Makassar.
“Tapi kan hasilnya tetap ada di tangan gubernur untuk melihat kemungkainan efektifnya pelaksaannan muti event ini. Mau dipaketkan atau beda paket,” tutup Sonny.
(agn)