Cerita Foto: Industri Gerabah Rakyat di Pattallassang
Selasa, 02 Oktober 2018 - 16:32 WIB
Meski proses pembuatan gerabah masih secara tradisional, namun mereka tetap update mengikuti perkembangan model gerabah yang sedang trend menggunakan smartphone agarmampu bersaing di pasar ekspor. Foto: Maman Sukirman/SINDOnews
A
A
A
Di tengah pesatnya perkembangan industri, Industri gerabah rakyat di Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, tetap bertahan di tengah kemajuan zaman.
Usaha rakyat yang telah digeluti mulai tahun 1987 ini, kini berkembang secara turun temurun oleh masyarakat Desa Sandi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Awal kerajinan dari tanah liat ini dimulai dari pembuatan gentong air dan tempat beras, namum mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pesanan para pengrajin memoderenisasi usahanya berbagai macam bentuk yang lebih modern seperti gerabah, keramik, patung, hingga tempat duduk dan meja.
Menurut Mustamang (60), keramiknya pernah dipesan dari Bali hingga orang asing dari negara Canada. "Usaha ini harus dibarengi dengan semangat dan kreativitas untuk menghasilkan gerabah dan keramik yang siap bersaing di luar sebagai warisan budaya bangsa," jelasnya.
Proses pembuatan gerabah tetap masih menggunakan cara tradisional, dengan tetap mempertahankan teknik yang telah secara turun temurun digunakan, yakni tanah liat diolah menjadi kumpulan tanah dengan cara dipijat, diputar, hingga terbentuk. Proses finishing dibakar menggunaka jerami padi sampai mengering dan mengeras.
Berikut proses pembuatan gerabah yang dilakukan secara turun temurun berhasil diabadikan Fotografer SINDOnews Makassar Maman Sukirman
![Cerita Foto: Industri Gerabah Rakyat di Pattallassang]()
Meski proses pembuatan gerabah masih secara tradisional, namun mereka tetap update mengikuti perkembangan model gerabah yang sedang trend menggunakan smartphone agarmampu bersaing di pasar ekspor.
![Cerita Foto: Industri Gerabah Rakyat di Pattallassang]()
Usaha rakyat yang telah digeluti mulai tahun 1987 ini, kini berkembang secara turun temurun oleh masyarakat Desa Sandi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Hasil pembuatan gerabah yang dilakukan secara tradisional di Kabupaten Takalar, bahkan hasilkerajinan tangan ini dipesan hingga keluar negeri
Usaha rakyat yang telah digeluti mulai tahun 1987 ini, kini berkembang secara turun temurun oleh masyarakat Desa Sandi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.
Awal kerajinan dari tanah liat ini dimulai dari pembuatan gentong air dan tempat beras, namum mengikuti perkembangan zaman dan permintaan pesanan para pengrajin memoderenisasi usahanya berbagai macam bentuk yang lebih modern seperti gerabah, keramik, patung, hingga tempat duduk dan meja.
Menurut Mustamang (60), keramiknya pernah dipesan dari Bali hingga orang asing dari negara Canada. "Usaha ini harus dibarengi dengan semangat dan kreativitas untuk menghasilkan gerabah dan keramik yang siap bersaing di luar sebagai warisan budaya bangsa," jelasnya.
Proses pembuatan gerabah tetap masih menggunakan cara tradisional, dengan tetap mempertahankan teknik yang telah secara turun temurun digunakan, yakni tanah liat diolah menjadi kumpulan tanah dengan cara dipijat, diputar, hingga terbentuk. Proses finishing dibakar menggunaka jerami padi sampai mengering dan mengeras.
Berikut proses pembuatan gerabah yang dilakukan secara turun temurun berhasil diabadikan Fotografer SINDOnews Makassar Maman Sukirman

Meski proses pembuatan gerabah masih secara tradisional, namun mereka tetap update mengikuti perkembangan model gerabah yang sedang trend menggunakan smartphone agarmampu bersaing di pasar ekspor.

Usaha rakyat yang telah digeluti mulai tahun 1987 ini, kini berkembang secara turun temurun oleh masyarakat Desa Sandi, Kecamatan Pattallassang, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan.

Hasil pembuatan gerabah yang dilakukan secara tradisional di Kabupaten Takalar, bahkan hasilkerajinan tangan ini dipesan hingga keluar negeri
(agn)