Sudah Makan Banyak Tapi Tetap Kerempeng? Ini Dia Penyebabnya
Kamis, 23 Agustus 2018 - 16:16 WIB
Ilustrasi/Istimewa
A
A
A
Sudah banyak makan tetapi berat badan tidak bertambah. Segala macam cara dicoba agar tubuh berisi, namun apa daya, badan masih segitu-segitu saja. Saatoranglain gampang menambah timbunan lemak, kamu justru harus kerja keras setengah mati mewujudkannya. Nah guys, ternyata ada sejumlah penyebab mengapa berat badanmu tidak kunjung bertambah, baca penjelasannya lalu temukan solusinya.
1. Pola Makan yang Tidak Tepat
Kurangnya asupan kalori pada saat makan membuat berat badan tidak dapat bertambah. Nah saatnya menambah kalori saat makan terutama saat sarapan pagi.
2. Olahraga yang Berlebihan
Jika Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus, ini mungkin karena rutinitas olahraga Anda yang terlalu keras. Ketika Anda terus mendapatkan asupan makanan, tapi membalasnya dengan terus-terusan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, tubuh Anda tidak akan memiliki cadangan kalori yang cukup untuk dijadikan energi.
Jika Anda menghabiskan energi yang lebih banyak ketimbang energi yang Anda dapat dari makanan, maka Anda akan sulit untuk meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda catat apa saja yang sudah Anda konsumsi dalam sehari. Hal ini akan membantu Anda untuk menyeimbangkan energi yang masuk dengan energi yang Anda keluarkan.
3. Stres
Stres berat yang berangsung lama bisa menyebabkan sel lemak putih berubah menjadi lemak cokelat pembakar energi. Tak heran jika meski makan banyak berat badan tetap sulit bertambah. Penelitian yang dilakukan pada hewan sebelumnya juga menunjukkan mekanisme yang sama. Stres berat yang berangsung lama bisa menyebabkan sel lemak putih berubah menjadi lemak cokelat pembakar energi. Tak heran jika meski makan banyak berat badan tetap sulit bertambah.
4. Penyakit Kronis
Penyakit kronis bisa menjadi penyebab kenapa Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus, atau bahkan berat badan Anda menurun. Beberapa masalah kesehatan yang menyebabkan badan tetap kurus meski sudah makan banyak, antara lain, malnutrisi, kanker, gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroidisme dan hipotiroidisme), diabetes, penyakit hati, jantung, ginjal, atau paru-paru.
Kondisi peradangan jangka panjang, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, masalah gigi dan mulut, gangguan pada sistem pencernaan, seperti penyakit tukak lambung, penyakit celiac, peradangan pada bagian usus. Mengalami infeksi virus, bakteri, atau parasit, yaitu HIV dan AIDS, tuberkulosis (TBC), dan diare. Demensia, orang yang mengalami demensia sering kali susah menyampaikan kebutuhan makanannya, serta sulit menelan (disfagia)
1. Pola Makan yang Tidak Tepat
Kurangnya asupan kalori pada saat makan membuat berat badan tidak dapat bertambah. Nah saatnya menambah kalori saat makan terutama saat sarapan pagi.
2. Olahraga yang Berlebihan
Jika Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus, ini mungkin karena rutinitas olahraga Anda yang terlalu keras. Ketika Anda terus mendapatkan asupan makanan, tapi membalasnya dengan terus-terusan melakukan olahraga dengan intensitas tinggi, tubuh Anda tidak akan memiliki cadangan kalori yang cukup untuk dijadikan energi.
Jika Anda menghabiskan energi yang lebih banyak ketimbang energi yang Anda dapat dari makanan, maka Anda akan sulit untuk meningkatkan berat badan. Sebaiknya Anda catat apa saja yang sudah Anda konsumsi dalam sehari. Hal ini akan membantu Anda untuk menyeimbangkan energi yang masuk dengan energi yang Anda keluarkan.
3. Stres
Stres berat yang berangsung lama bisa menyebabkan sel lemak putih berubah menjadi lemak cokelat pembakar energi. Tak heran jika meski makan banyak berat badan tetap sulit bertambah. Penelitian yang dilakukan pada hewan sebelumnya juga menunjukkan mekanisme yang sama. Stres berat yang berangsung lama bisa menyebabkan sel lemak putih berubah menjadi lemak cokelat pembakar energi. Tak heran jika meski makan banyak berat badan tetap sulit bertambah.
4. Penyakit Kronis
Penyakit kronis bisa menjadi penyebab kenapa Anda sudah makan banyak tapi tetap kurus, atau bahkan berat badan Anda menurun. Beberapa masalah kesehatan yang menyebabkan badan tetap kurus meski sudah makan banyak, antara lain, malnutrisi, kanker, gangguan pada kelenjar tiroid (hipertiroidisme dan hipotiroidisme), diabetes, penyakit hati, jantung, ginjal, atau paru-paru.
Kondisi peradangan jangka panjang, seperti rheumatoid arthritis atau lupus, masalah gigi dan mulut, gangguan pada sistem pencernaan, seperti penyakit tukak lambung, penyakit celiac, peradangan pada bagian usus. Mengalami infeksi virus, bakteri, atau parasit, yaitu HIV dan AIDS, tuberkulosis (TBC), dan diare. Demensia, orang yang mengalami demensia sering kali susah menyampaikan kebutuhan makanannya, serta sulit menelan (disfagia)
(sss)