Di Tengah Wabah Corona, Dokter di Pakistan Bentrok dengan Polisi

Selasa, 07 April 2020 - 05:23 WIB
Di Tengah Wabah Corona,...
Polisi menahan dokter yang berunjuk rasa di Quetta, Pakistan, 6 April 2020. Foto/Reuters/Naseer Ahmed
A A A
Para dokter dan tim medis di Pakistan, terlibat aksi bentrokan dengan kepolisian setempat, saat menggelar unjuk rasa untuk memprotes kurangnya peralatan pelindung dalam melayani pasien virus corona.

Puluhan petugas medis itu pun ditangkap selama unjuk rasa itu. Mereka menganggap pemerintah gagal melaksanakan janjinya untuk memberikan persediaan peralatan medis yang cukup untuk melawan wabah.

"Ratusan dokter dan paramedic yang sebagian memakai masker, meneriakkan tuntutan mereka," ungkap jurnalis Reuters di lokasi unjuk rasa.

Beberapa petugas medis diseret oleh polisi antihuru-hara yang membawa senjata api dan tongkat pemukul.

"Sebanyak 30 demonstran ditahan karena melanggar larangan perkumpulan publik yang diberlakukan selama lockdown untuk memerangi penyebaran wabah itu," papar personil kepolisian.

Para dokter mengancam mogok kerja hingga para demonstran yang ditahan itu dibebaskan.

Pakistan telah melaporkan total 3.277 kasus virus corona, termasuk 50 orang meninggal dunia. Sebanyak 191 kasus itu terjadi di provinsi Balochistan dengan ibu kota Quetta.

Juru bicara asosiasi dokter yang menggelar unjuk rasa, Dr Abdul Rahim menyatakan petugas medis yakin kegagalan pemerintah memberikan peralatan pelindung membuat petugas medis menghadapi risiko terjangkit corona.

"Belasan dokter telah terinfeksi dan staf medis lainnya juga menderita," ungkap Abdul Rahim yang menambahkan sejumlah dokter dan paramedic terluka saat unjuk rasa.

Para dokter di ibu kota Pakistan, Islamabad, bulan lalu juga mengancam boikot jika tidak mendapat peralatan pelindung yang jumlahnya sangat terbatas.

Otoritas manajemen bencana Pakistan menyatakan telah mengimpor peralatan pelindung itu.

Juru bicara pemerintah provinsi menyatakan rumah sakit di Quetta yang menangani virus corona telah mendapat peralatan pelindung dan petugas medis yang berunjuk rasa itu tidak ikut menangani virus corona.

"Para dokter yang berunjuk rasa tidak merawat para pasien virus corona. Kami tidak memahami alasan mereka untuk unjuk rasa," kata juru bicara pemerintah Balochistan, Liquat Shahwani.

Para dokter menyatakan mereka menangani ratusan kunjungan pasien setiap hari yang bisa jadi telah terinfeksi tapi tidak tahu dan tidak mendapat rujukan ke rumah sakit dan pusat penanganan virus corona.

Petugas medis yang terinfeksi corona juga tdak semuanya bekerja di rumah sakit khusus yang menangani pasien corona.
(eyt)
Berita Terkait
Pilot Ngobrol Covid-19,...
Pilot Ngobrol Covid-19, Penyebab Pesawat Pakistan Jatuh Tewaskan 97 Orang
Khawatir Ekonomi Runtuh,...
Khawatir Ekonomi Runtuh, Pakistan Tolak Lockdown
Meski Bersitegang, Pakistan...
Meski Bersitegang, Pakistan Tawarkan Bantuan Hadapi Covid-19 pada India
PM Pakistan Akan Jalani...
PM Pakistan Akan Jalani Tes COVID-19
Tingkatkan Perlindungan...
Tingkatkan Perlindungan WNI di Lahore, KBRI Dirikan Warung Konsuler
Pria Pakistan Berusia...
Pria Pakistan Berusia 103 Tahun Sembuh dari Covid-19
Berita Terkini
Pembangunan Jalan Tol...
Pembangunan Jalan Tol Akses Pelabuhan Patimban Capai 68%
46 menit yang lalu
Pemberdayaan Masyarakat...
Pemberdayaan Masyarakat Unusa, Tingkatkan Kesadaran tentang Penyakit Kulit
2 jam yang lalu
Bea Cukai Bali Nusra...
Bea Cukai Bali Nusra Musnahkan Barang Ilegal Senilai Lebih dari Rp11,2 Miliar
2 jam yang lalu
MNC Peduli Gelar Operasi...
MNC Peduli Gelar Operasi Bibir Sumbing Gratis di Bogor
3 jam yang lalu
Gagas GEBRAK, Perindo...
Gagas GEBRAK, Perindo Badung Cetak Lebih Banyak Pencipta Lapangan Kerja di Bali
3 jam yang lalu
3 Warga Sipil Tewas...
3 Warga Sipil Tewas Ditembak OPM, Koops TNI Habema Buru para Pelaku
4 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Jalan...
10 Negara dengan Jalan Terbaik di Dunia, Juaranya Tetangga Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved