Data Corona China, Korut, dan Rusia, Sulit Diakses Intelijen AS

loading...
Data Corona China, Korut, dan Rusia, Sulit Diakses Intelijen AS
Pejalan kaki melintasi jalanan yang sepi di Moskow, Rusia. Foto/Reuters
WASHINGTON - Data wabah virus Corona baru, Covid-19 di China, Korea Utara (Korut), dan Rusia, sulit diakses oleh lembaga intelejen Amerika Serikat (AS). Saat ini intelejen AS berupaya menyusun gambaran tentang wabah mematikan itu di dunia.

Hal itu diungkapkan lima orang sumber di pemerintahan AS yang mengetahui tentang pelaporan intelijen itu.

"Beberapa lembaga itu juga memiliki informasi terbatas tentang dampak penuh pandemi di Iran meski informasi tentang infeksi dan kematian di antara publik dan elit penguasa menjadi lebih didapat secara resmi dan lewat media sosial," ungkap dua sumber di pemerintahan AS pada Reuters.

Empat negara itu oleh badan intelijen AS disebut sebagai “target sulit” karena kontrol negara yang ketat pada informasi dan sulit dalam kondisi normal untuk mengumpulkan data intelijen dari dalam lingkaran kepemimpinan mereka.



"Penilaian akurat dari negara-negara wabah itu akan membantu upaya AS dan internasional membatasi korban tewas dan dampak ekonomi akibat Covid-19, penyakit yang disebabkan virus corona," papar beberapa pakar.

Beberapa badan intelijen itu tidak hanya mencari angka akurat, tapi juga tanda-tanda lain kondisi politik tentang bagaimana krisis itu ditangani.

"Kami ingin memiliki akurasi, pemahaman real time tentang di mana hotspot global itu dan di mana mereka muncul," ungkap Jeremy Konyndyk, pakar di Center for Global Development yang memimpin Kantor Bantuan Bencana Luar Negeri AS dari 2013 hingga 2017, termasuk respon AS pada wabah Ebola.



Dia menambahkan, "Dunia tidak akan menyingkirkan benda ini hingga kita menyingkirkannya di setiap tempat."
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top