Darurat Corona, Warga Surabaya Serbu Toko Kimia Tidar, Ada Apa?
Kamis, 19 Maret 2020 - 11:24 WIB
Warga mengantri membeli bahan-bahan antiseptik di toko kimia di Jalan Tidar Kota Surabaya. Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
Warga Surabaya ramai-ramai menyerbu sejumlah toko bahan kimia dikawasan Jalan Tidar Kota Surabaya. Sejak pagi mereka sudah antri di depan toko untuk mendapatkan bahan kimia, sebagai bahan dasar pembuatan antiseptik atau hand sanitizer secara mandiri.
Maklum saja, cairan pembunuh kuman tersebut saat ini sudah langka di pasaran, bahkan harganya juga naik disaat Corona Virus Disease (Covid-19) mewabah di Indonesia.
![Darurat Corona, Warga Surabaya Serbu Toko Kimia Tidar, Ada Apa?]()
Salah satu pemilik Toko Tidar Kimia, Silvester Tendean mengungkapkan, sejak formula untuk meracik hand sanitizer tersiar disejumlah media, beberapa hari terakhir tokonya kewalahan melayani pembeli.
"Saya buka toko sudah 20 tahun, tapi baru kali ini diserbu pembeli gara-gara corona," ungkapnya kepada SINDOnews.com.
Bahkan dalam dua hari terakhir ini persediaan bahan antiseptik ditokonya sudah ludes. Bahan-bahan kimia yang diburu warga yakni alkohol, liserin, aluivera dan parfum. Namun demikian, kata Tendean, pihaknya tidak menaikkan harga bahan kimia tersebut.
Ia memaklumi jika warga ingin membuat hand sanitizer sendiri karena memang harganya cukup murah. Meskipun permintaan melonjak, dirinya tidak mau memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.
![Darurat Corona, Warga Surabaya Serbu Toko Kimia Tidar, Ada Apa?]()
Harga per liter alkohol tetap dijual dikisaran Rp45 ribu. Sedangkan satu paket formula terdiri dari alkohol, liserin 20 cc dan parfum dijual sekitar Rp52 ribu/liter.
"Mereka mencari alternatif dan memang lebih murah. Di luar orang jualan online harganya sudah Rp100 ribu untuk 100 cc," kata dia.
Tendean mengimbau pada warga supaya tetap menjaga kondisi tubuh dengan rajin berolahraga, istirahat cukup dan rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik. Imbauan itu ia sampaikan pada setiap pembeli yang harus pulang dengan tangan kosong lantaran persediaan bahan kimia sudah habis.
"Pabrik sampai sekarang belum tahu kapan bisa memasok, jadi sekarang tidak berani janji ke orang-orang juga. Tapi saya imbau pada orang-orang supaya menjaga kesehatan dengan istirahat cukup," tandasnya.
Maklum saja, cairan pembunuh kuman tersebut saat ini sudah langka di pasaran, bahkan harganya juga naik disaat Corona Virus Disease (Covid-19) mewabah di Indonesia.

Salah satu pemilik Toko Tidar Kimia, Silvester Tendean mengungkapkan, sejak formula untuk meracik hand sanitizer tersiar disejumlah media, beberapa hari terakhir tokonya kewalahan melayani pembeli.
"Saya buka toko sudah 20 tahun, tapi baru kali ini diserbu pembeli gara-gara corona," ungkapnya kepada SINDOnews.com.
Bahkan dalam dua hari terakhir ini persediaan bahan antiseptik ditokonya sudah ludes. Bahan-bahan kimia yang diburu warga yakni alkohol, liserin, aluivera dan parfum. Namun demikian, kata Tendean, pihaknya tidak menaikkan harga bahan kimia tersebut.
Ia memaklumi jika warga ingin membuat hand sanitizer sendiri karena memang harganya cukup murah. Meskipun permintaan melonjak, dirinya tidak mau memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga.

Harga per liter alkohol tetap dijual dikisaran Rp45 ribu. Sedangkan satu paket formula terdiri dari alkohol, liserin 20 cc dan parfum dijual sekitar Rp52 ribu/liter.
"Mereka mencari alternatif dan memang lebih murah. Di luar orang jualan online harganya sudah Rp100 ribu untuk 100 cc," kata dia.
Tendean mengimbau pada warga supaya tetap menjaga kondisi tubuh dengan rajin berolahraga, istirahat cukup dan rajin mencuci tangan dengan sabun antiseptik. Imbauan itu ia sampaikan pada setiap pembeli yang harus pulang dengan tangan kosong lantaran persediaan bahan kimia sudah habis.
"Pabrik sampai sekarang belum tahu kapan bisa memasok, jadi sekarang tidak berani janji ke orang-orang juga. Tapi saya imbau pada orang-orang supaya menjaga kesehatan dengan istirahat cukup," tandasnya.
(eyt)