Siapa yang Radikal? Ini Kata Menteri Agama Fachrul Razi

loading...
Siapa yang Radikal? Ini Kata Menteri Agama Fachrul Razi
Menteri Agama (Menag) Jenderal TNI (Purn.) Fachrul Razi memberikan kuliah umum di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
MALANG - Siapa yang radikal itu? menurut Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi, kriteria radikal itu antara lain mereka yang merasa paling benar dan intoleran.

(Baca juga: Datang ke UIN Malang, Menag: Ancaman Radikalisme Itu Nyata)

Apabila sudah merasa paling benar dan intoleran, tentunya mereka itu tidak bisa menerima orang lain yang berbeda identitasnya dan pendapatnya.

"Hal ini tentunya tidak bisa dibenarkan, karena Allah menciptakan bangsa dengan berbeda-beda. Keberbedaan adalah keniscayaan. Tidak ada satupun yang boleh mengklaim paling benar. Kebenaran hakiki adalah milik Allah," terangnya.



Selain itu, radikalisme negatif menurutnya juga bisa diartikan, mereka yang menggunakan berbagai cara bahkan memanipulasi agama untuk kepentingannya sendiri. Tidak segan membenarkan perilaku kriminalnya dengan menggunakan ayat suci.

"Upaya penggunaan ayat suci untuk membenarkan perilaku kriminal dan kekerasan tersebut, jelas bertentangan dengan ayat suci itu sendiri. Karena, ayat suci dan agama manapun menjunjung tinggi kemanusiaan dan menjaga kemanusiaan," tegas Fachrul Razi.

Bentuk radikalisme negatif lainnya, menurutnya adalah, mereka yang menggunakan cara-cara kekerasan baik verbal maupun tindakan. Tidak segan menggunakan ujacara kebencian. "Untuk ujaran kebencian ini, tentunya akan ada tindakan tegas bagi para Aparatur Sipil Negara (ASN) atau pegawai Negeri Sipil (PNS) yang melakukannya, atau menyetujuinya," ujarnya.



"Jangankan mengungkapkan ujaran kebencian. Hanya menyetujuinya saja terhadap ujaran kebencian di media sosial, pastinya ASN atau PNS tersebut akan langsung kami berikan tindakan tegas," imbuhnya.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top