AS dan China Kuasai Ekonomi Digital Gobal

Minggu, 08 September 2019 - 18:58 WIB
AS dan China Kuasai Ekonomi Digital Gobal
Ekonomi digital global saat ini didominasi oleh AS dan China. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Ekonomi digital menyimpan potensi bisnis yang sangat besar di tengah peningkatan interkoneksi global. Sejauh ekonomi digital cenderung hanya dikuasai Amerika Serikat (AS) dan China.

Hal itu terungkap dalam Laporan Ekonomi Digital 2019 versi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). AS dan China menguasai 75% paten teknologi, 50% investasi global di bidang internet of things (IoT), 75% pasar cloud computing,dan 90% nilai kapitalisasi pasar di 70 perusahaan digital terbesar di dunia.

Di luar mereka, khususnya negara-negara Afrika dan Amerika Latin, hanya mengikuti dan kemungkinan semakin tertinggal jauh.

“Kita semua harus bekerja sama untuk mempersempit ketimpangan digital,” tulis Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres pada bagian Kata Pengantar laporan yang dikaji KORAN SINDO.

“Lebih dari separuh wilayah bumi kita tidak memiliki akses internet atau terbatas. Inklusivitas adalah solusinya,” kata dia.

Tujuh perusahaan teknologi terbesar di dunia asal AS dan China telah menguasai dua pertiga dari total nilai pasar global. Mereka adalah Microsoft, Apple, Amazon, Google, Facebook, Tencent, dan Alibaba. Google menguasai 90% pasar pencarian internet global dan Facebook 90% pasar media sosial.

“Di China, WeChat yang dimiliki Tencent memiliki lebih dari satu miliar pengguna aktif. Alipay milik Alibaba juga menguasai seluruh pasar pembayaran mobile di Negeri Bambu,” ungkap PBB.

“Sementara itu, Alibaba sendiri diestimasikan menguasai hampir 60% pasar ecommerce di China,” jelas badan dunia tersebut.

Perusahaan-perusahaan teknologi terbesar di dunia juga berkompetisi secara agresif demi mencapai atau mempertahankan posisi teratas. PBB memperingatkan dominasi ekonomi digital oleh segelintir negara akan menciptakan konsentrasi dan konsolidasi nilai digital dan memperlebar jurang kesenjangan kekayaan di seluruh dunia.

“Kita perlu bersama-sama menyebarkan potensi kekayaan kepada semua rakyat dunia yang saat ini menuai sedikit keuntungan darinya,” ungkap PBB.
Halaman :
123
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.1470 seconds (10.177#12.26)