Doni Monardo: Desa Ujung Tombak Pencegahan Bencana Alam

loading...
Doni Monardo: Desa Ujung Tombak Pencegahan Bencana Alam
Tim relawan kemanusiaan di Jawa Timur, bersama BPBD, BNPB, dan PMI, melakukan simulasi penanganan bencana di Lapangan Parade Brawijaya, Rampal, Kota Malang. Foto/SINDOnews/Yuswantoro
MALANG - Keberadaan desa sebagai satuan wilayah dan pemerintahan terkecil, memiliki peran strategis dalam pencegahan dan penanganan pertama pada bencana alam.

Pentingnya peran desa tersebut, juga diungkapkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjend. Doni Monardo, saat gelar apel Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2019 di Lapangan Parade Brawijaya, Rampal, Kota Malang.

"Desa merupakan ujung tombak penyelamatan ekosistem untuk pencegahan bencana alam. Kalau desanya kuat menjaga kelestarian lingkungan, tentunya akan mengurangi resiko bencana alam," tegasnya.

Baginya, menjaga alam adalah langkah paling efektif untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya bencana alam. Fungsi ekologis dan ekonomi harus mampu berjalan beriringan.



"Jangan ganggu keseimbangan alam, jangan tebang pohon, jaga kelestarian alam, maka alam juga akan menjaga kita semuanya," tegas mantan Danjen Kopasus tersebut.

Penanganan bencana, dan upaya pencegahannya, diakuinya harus dilakukan secara bersama-sama. Bekerjasama dengan prinsip gotong royong, tidak bisa sendiri-sendiri.

Wilayah Indonesia, menurutnya merupakan wilayah paling tinggi beresiko terjadi bencana alam. Ada sebanyak 500 gunung api, di mana 127 di antaranya sangat aktif.



Selain berada di wilayah cincin api, Indonesia juga berada di patahan lempeng bumi yang setiap saat bisa menimbulkan gempa bumi, tsunami, dan likuifasi. "Kondisi ini harus dipahami, dan diantisipasi," tegasnya.
halaman ke-1 dari 2
TULIS KOMENTAR ANDA!
preload video
Top