Apoteker Diminta Tidak Terjebak Kepentingan Industri Obat

Sabtu, 05 Oktober 2019 - 09:00 WIB
Apoteker Diminta Tidak Terjebak Kepentingan Industri Obat
Pembukaan KIT Hisfarma 2019 di Sahid Jaya Hotel and Convention Hall Yogyakarta, Jumat (4/10/2019). FOTO/iNews/KUNTADI
A A A
YOGYAKARTA - Harga obat menjadi salah satu variabel yang menjadikan biaya pemeriksaan kesehatan mahal. Apoteker harus bisa berperan dalam menolong warga dengan melihat kemampuan pasien secara ekonomi. Jangan sampai menjual obat hanya karena permintaan dari industri farmasi.

"Obat yang ditawarkan tidak hanya efektif, tetapi juga ekonomis," kata Ketua Panitia Kegiatan Ilmiah Tahunan (KIT) Himpunan Seminat Farmasi Masyarakat (Hisfarma) 2019, Ingenida Hadning di sela pembukaan KIT Hisfarma 2019 di Sahid Jaya Hotel and Convention Hall, Jumat (4/10/2019).

Apoteker, kata dia, juga harus melihat masyarakat yang butuh obat. Apakah mereka mampu membeli dan mampu dengan biaya yang ditawarkan. Jangan sampai ada kepentingan industri farmasi yang membuat penawaran obat menjadi mahal dan susah diakses.

"Ke depan apoteker dalam melayani memberikan edukasi kepada masyarakat. Dalam penggunaan obat, baik pemakaian, cara simpan, maupun cara membuangnya," katanya.

Masyarakat juga diminta cerdas dan mau belajar tentang obat. Jangan hanya karena flu membeli obat di apotek. Karena tidak semua penyait disebabkan oleh bakteri.

Dalam KIT Hisfara 2019 ini dihadiri oleh sekitar 1.512 peserta apoteker dari 34 provinsi. Di sela acara juga diberikan Achievement Awards kepada Ahaditomo yang merupakan Ketua Umum Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia (ISFI) ke-15 yang merupakan cikal bakal Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

Sementara itu, Ketua Pengurus Daerah (PD) IAI DIY, Nanang Munif Yasin mengatakan, obat ketika salah dalam penggunaannya tidak akan manjur lagi. Misalnya diminum setelah makan tetapi dikonsumsinya bersamaan. Di sinilah apoteker harus bisa memberikan edukasi dan pemahaman yang lebih komprehensif.

"Dengan adanya edukasi, masyarakat cerdas dalam memahami obat. Tidak hanya cara minum, tapi juga penyimpannya," katanya.
(amm)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.1100 seconds (10.177#12.26)