Pengemudi yang Tertimpa Pohon Beringin Sempat Diteriaki Warga

loading...
Pengemudi yang Tertimpa Pohon Beringin Sempat Diteriaki Warga
Petugas dibantu relawan dan warga melakukan evakuasi mobil tertimpa pohon beringin. FOTO :SINDOnews/Ainun Najib
BANTUL - Hujan deras disertai angin yang mengguyur wilayah DIY, Jumat (14/2/2020) membuat sejumlah pohon tumbang. Di Desa Terong, Dlingo, Bantul, sebuah pohon beringin besar yang diperkirakan berusia ratusan tahun roboh menimpa mobil yang tengah lewat. Pengemudi mobil tewas di tempat dalam kejadian ini.

Proses evakuasi terhadap mobil malang bernopol AB 1185 HB tersebut berjalan lebih dari tiga jam. Sekitar pukul 19.30 pengemudi yang diketahui bernama Sarmidi warga Bawuran, Pleret, Bantul baru berhasil dikeluarkan dari kabin kemudi.

Seorang saksi mata Kadar,30, menceritakan, pengemudi sempat diteriaki sesaat sebelum kejadian pohon tumbang. Saat itu pohon beringin besar yang berada di simpang empat Terong itu terlihat bergoyang-goyang hendak roboh. Sementara korban melanjukan mobilnya dari arah timur ke barat, ke arah Cinomati, Pleret.

“Istri saya berteriak-teriak memperingatkan agar mobil berhenti. Tapi pengemudi tidak mendengar karena kacanya ditutup,” terang Kadar.



Hanya beberapa saat usai diperingatkan, tiba-tiba saja “krak” pohon berdiameter dua kali pelukan orang dewasa itu roboh tepat menimpa kabin pengemudi. Sontak saja kejadian itu membuat warga geger. Mereka mendekati mobil korban berusaha menolong, namun kondisi mobil sudah ringsek. Dari samping mobil terlihat patah di bagian depan.

Proses evakuasi memakan waktu yang lama. Petugas dibantu, Basarnas, relawan TRC dan warga bahu membahu berusaha memotong batang pohon yang menimpa bodi mobil. Usai memotong batang mobil, petugas harus memotong beberapa bagian mobil untuk bisa mengeluarkan korban.

Sekitar pukul 19.30, korban berhasil dievakuasi. Satu jam kemudian jalan yang sempat macet sudah bisa dilalui sedikit demi sedikit. Simpang empat Terong atau oleh warga setempat dikenal dengan Prapatan Ringi Terong ini memang jalur sibuk. Ke arah timur jalan menuju Playen Gunungidul, ke arah selatan menuju hutan Pinus Mangunan, ke arah barat menuju Pleret. Dan yang ke arah utara menuju ke Patuk Gunungkidul. Setiap hari jalur ini banyak dileati wisatawan utamanya hari Minggu dan Sabtu banyak bus-bus wisata lewat di tempat ini.



Sementara itu, berdasarkan informasi warga, korban Sarmidi berprofesi sebgaia makelar Mobil. Dia disebut baru saja membayar mobil milik warga Temuwuh, Dlingo, Bantul.(Baca juga : Pohon Beringin Ratusan Tahun Roboh Timpa Mobil)
(nun)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top