YIA Jadi Bandara Paling Siap Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami

loading...
YIA Jadi Bandara Paling Siap Hadapi Potensi Gempa dan Tsunami
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati meninjau kesiapan infrastruktur deteksi gempa dan tsunami di Bandara Udara Internasional Yogyakarta (YIA) di Kulon Progo, Yogyakarta. Foto/Istimewa
KULONPROGO - Bandara Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulonprogo menjadi bandara yang paling siap menghadapi potensi gempa dan tsunami. Bandara ini telah didukung sistem terpadu mengantisipasi potensi gempa dan tsunami serta cuaca ekstrem.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meninjau kesiapan infrastruktur deteksi gempa dan tsunami di bandara baru itu.

"Kita meninjau titik mana pada lantai yang mana, dinding yang mana alat itu harus dipasang. Sehingga nanti semua bisa melihat jika ada gempa langsung bisa terbaca pada layar, berpotensi tsunami atau tidak. Sehingga nanti bisa dilakukan langkah-langkah respons lanjut," kata Dwikorita dalam keterangan persnya, Kamis (13/2/2020).

BMKG sendiri memiliki fasilitas alat pemantau kondisi cuaca di YIA. Sementara sistem pengamatan gempabumi dan peringatan dini tsunami bandara saat ini sedang memasuki tahap akhir pemasangan.



Dia menegaskan, peninjauan ini dilakukan untuk memastikan alat yang dipasang berada di lokasi yang tepat. Pada kegiatan itu, Dwikorita didampingi Kepala Pusat Meteorologi Penerbangan, Kepala Pusat Seismologi Teknik, Geofisika Potensial dan Tanda Waktu serta Kepala Balai Besar MKG Wilayah II.

Adapun alat yang sudah terpasang di tempat sementara nantinya dipindahkan ke bangunan baru yang dipadukan dengan kebutuhan stasiun meteorologi penerbangan di Bandara YIA.

"Jadi selain alat pemantau kondisi cuaca seperti AWOS, radar, deteksi windshear dan deteksi abu vulkanik akan dipasang juga peralatan monitoring gempa bumi seperti Accelerograph, Intensitymeter dan Sistem Peringatan Dini Gempabumi (EEWS)," katanya.



Pada kesempatan itu, Kepala BMKG beserta rombongan juga meninjau kondisi gedung terminal dan gedung pusat krisis yang dapat difungsikan sebagai shelter evakuasi jika terjadi tsunami. "Saya rasa ini merupakan salah satu shelter dengan desain yang terbaik. Namun tentu saja harus dilengkapi dengan rencana kontigensi penanggulangan bencana serta melakukan gladi evakuasi atau simulasi sebagai respons terhadap peringatan tsunami, agar pengelola dan pengunjung bandara ini lebih siap untuk mengurangi/mencegah risiko bencana yang ada," katanya.
halaman ke-1 dari 2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top