Ada yang Kena Corona, Ribuan Penumpang Kapal Pesiar Dikarantina

Kamis, 06 Februari 2020 - 06:57 WIB
A A A
Otoritas China menyatakan pasien virus korona rata-rata tidak menunjukkan gejala apapun selama beberapa hari. Uniknya, virus tersebut sudah dapat menular sekalipun belum berinkubasi. Sejauh ini lebih dari 20.000 orang positif terjangkit virus corona di China, 490 di antaranya meninggal dunia.

Pengobatan WNI Dilakukan Singapura

Hingga saat ini diduga ada satu warga negara Indonesia di Singapura yang positif terpapar virus corona. WNI ber usia 44 tahun tersebut berada di ruang isolasi di Singapura. “Yang di sana biar dirampungkan oleh Singapura terlebih dulu,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara, Jakarta, kemarin.

Jokowi mengatakan pihak pemerintah akan tetap mendampingi melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura. Dia mengaku bersyukur bahwa sampai saat ini di Indonesia belum ada warga yang sampai terkena virus corona. “Negara kita Indonesia tidak ada, belum ada yang namanya virus corona. Bahwa ada, satu WNI kita di Singapura masih ditangani oleh Singapura dan tentu saja didampingi oleh KBRI,” ungkapnya.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendi memastikan pemerintah hadir untuk mendampingi WNI di Singapura tersebut. Dia mengatakan telah meminta Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk memantau hal ini. “Bagaimanapun mereka adalah WNI kita sehingga kita harus hadir menangani kasus ini. Mudah-mudahan ini satu satu-satunya, tidak ada tambahan lagi,” tuturnya.

Muhadjir mengatakan sesuai dengan protokol WHO, tidak mungkin memulangkan WNI yang positif corona. Dalam protokol WHO tersebut dinyatakan bahwa orang yang sakit tidak boleh dievakuasi. “Sehingga nanti kemungkinan sementara yang paling mungkin ada koordinasi dengan Pemerintah Singapura, bagaimana supaya WNI itu mendapat perawatan yang maksimal, sehingga peluangnya untuk pulih kembali lebih tinggi,” terangnya.
(nun)
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.1818 seconds (11.252#12.26)