alexametrics

Tuntut Ganti Rugi Tol Adil, Warga Kendal Ngadu ke Muhammadiyah

loading...
Tuntut Ganti Rugi Tol Adil, Warga Kendal Ngadu ke Muhammadiyah
Puluhan warga Kendal yang terdampak jalan tol Batang-Semarang berangkat ke Yogyakarta untuk mengadu ke PP Muhammadiyah. FOTO/iNews/EDDIE PRAYITNO
A+ A-
KENDAL - Puluhan warga Kendal, Jawa Tengah berangkat ke Yogyakarta untuk mengadu ke Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah terkait ganti rugi pembangunan jalan tol Batang-Semarang. Mereka meminta PP Muhammadiyah membantu menyelesaikan permasalahan ganti rugi proyek yang dinilain tidak berpihak kepada warga.

Tak kurang dari 30 orang berkumpul di kantor Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kendal, Rabu (12/12/2018) pagi. Mereka bersiap berangkat ke Yogyakarta dan dijadwalkan bertemu Ketua PP Muhammadiyah Busro Muqaddas. Mereka ingin Muhammadiyah ikut menjembatani persoalan yang membelit warga.

"Kami berharap dengan mengadukan masalah ini ke PP Muhammadiyah bisa segera terselesaikan dan Muhammadiyah dapat membantu menjembatani dengan pemerintah," kata salah satu warga terdampak tol Batang-Semarang, M Hasan Alimi, Rabu (12/12/2018).



Menurutnya, warga sendiri sudah tergusur dari lahan yang digunakan untuk jalan tol Batang- Semarang yang kini hampir selesai. Mereka mengaku belum mengambil uang ganti rugi yang dititipkan di Pengadilan Negeri (PN) Kendal karena banyak kesalahan, utamanya terkait data pengukuran lahan.

Warga Kendal terdampak tol Batang-Semarang sempat beberapa mengajukan keberatan terkait data yang digunakan untuk pembayaran ganti rugi, tapi belum ada hasil. Bahkan sejumlah rumah warga terpaksa dieksekusi karena tidak mau pindah.

Berbagai upaya juga telah dilakukan warga untuk mendapatkan keadilan dalam ganti rugi pembangunan jalan Tol Batang-Semarang. Mereka juga telah bertemu dengan Ombudsman dan staf kepresidenan tapi belum ada titik temu.

Sekretaris PDM Kendal, Ikhsan Ikhtizam mendukung upaya warga untuk mendapatkan keadilan. "Kami memfasilitasi warga terdampak tol untuk mengadukan masalah ini kepada PP Muhammadiyah dan berharap permasalahan ini segera selesai," katanya.
(amm)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top