Achmad Soebardjo, Penyusun Naskah Proklamasi dan Menlu Pertama RI

Senin, 27 Agustus 2018 - 10:46 WIB
Achmad Soebardjo, Penyusun...
Deskripsi tokoh Achmad Soebardjo yang ada di salah satu sudut Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jakarta. Foto/SINDOnews/Dzikry Subhanie
A A A
Achmad Soebardjo tercatat sebagai orang pertama yang menjabat Menteri Luar Negeri RI. Demi mempercepat kerja agar kemerdekaan RI diakui dunia, Soebardjo menjadikan rumahnya sebagai kantor.

Achmad Soebardjo adalah salah satu tokoh penting dalam perjalanan bangsa ini. Dia tercatat menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), dan kemudian Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI).

Dia juga punya peran penting jelang Proklamasi RI, ketika Soekarno-Hatta 'diculik' kelompok pemuda ke Rengasdengklok. Dia turut menjemput Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Achmad Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu-buru memproklamasikan kemerdekaan.

Bahkan, putra dari Teuku Muhammad Jusuf dan Wardinah ini juga menjadi salah satu penyusun naskah Proklamasi Kemerdekaan RI. Dua tokoh lain yang terlibat dalam penyusunan naskah Proklamasi Kemerdekaan RI di rumah Laksamana Maeda di kawasan Jalan Imam Bonjol, Jakarta itu adalah Soekarno dan Mohammad Hatta.
Achmad Soebardjo, Penyusun Naskah Proklamasi dan Menlu Pertama RI

Maka, tak heran jika Achmad Soebardjo yang lahir di Telukjambe, Karawang, Jawa Barat pada 23 Maret 1896 ini dipercaya menjadi Menteri Luar Negeri (Menlu) pertama RI.

Menurut wikipedia, pada 19 Agustus 1945 dibentuk Kabinet Presidensial, yang merupakan kabinet pertama setelah Proklamasi Kemerdekaan RI. Pemerintahan RI yang pertama ini terdiri atas 18 Menteri, 13 menteri pemimpin departemen dan lima menteri negara. Achmad Soebardjo, selanjutnya ditulis Soebardjo, ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri.

Tugas pertama Menteri Luar Negeri adalah membangun kementerian, karena sebelumnya tidak ada seorang Indonesia pun pernah bekerja di kementerian ini. Soebardjo pun langsung menjadikan rumahnya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, sebagai tempat kerja alias kantor kementerian.

"Ayah menjadikan rumah kami sebagai kantor Departemen Luar Negeri pertama. Rumah kami lalu dijaga pemuda dengan bambu runcing sebagai senjata utama. Kami sekeluarga terutama ibu, turut membantu organisasi kantor dan menyambut tamu asing dari luar negeri untuk menunaikan tugas menyampaikan kemerdekaan Indonesia," tutur Laksmi Maksum Effendi, saksi hidup perjuangan diplomasi Kemlu, seperti dikutip dari Okezone.com, 19 Agustus 2016.

Soebardjo juga mencari pegawai. Dia memasang iklan di Asia Raya. Iklan itu berbunyi "Siapakah yang ingin menjadi pegawai Departemen Luar Negeri?"

Dalam hitungan hari, sepuluh orang bergabung. Lima orang dia jadikan sekretaris, sementara lima lainnya dia serahi tugas-tugas administratif. Mereka pun langsung bekerja menghadapi tantangan yang juga dihadapi negara Asia-Afrika lainnya saat itu: pengakuan dari negara lain di dunia.

Di kantor sementara inilah, seperti dikutip dari www.kemlu.go.id, Soebardjo menghadapi tantangan pertamanya yaitu meminta surat dari Presiden Soekarno agar seorang utusan dari Sekutu dapat melihat sendiri keabsahan dari pernyataan kemerdekaan RI.

Ternyata, perwira tersebut kembali setelah sepekan keliling Jawa dan melaporkan banyak bukti bahwa kemerdekaan memang yang diinginkan rakyat yang bersukacita, dan bahwasanya pemerintah yang berkuasa memang mendapatkan dukungan dari rakyatnya. Pengakuan secara de facto ini dianggap sebagai sukses pertama dari kampanye Kementerian Luar Negeri.

Achmad Soebardjo menjabat posisi Menlu hingga 14 November 1945. Posisinya digantikan oleh Sutan Syahrir. Namun, di Kabinet Sukiman-Suwirjo, tepatnya pada 27 April 1951-3 April 1952, Soebardjo kembali dipercaya jadi Menlu.
(zik)
Berita Terkait
Berani dan Berwibawa,...
Berani dan Berwibawa, Inilah Sosok Ratu Kalinyamat dari Jepara yang Disegani Portugis
Khaulah Binti Al Azwar,...
Khaulah Binti Al Azwar, sang Bidadari Besi di Medan Pertempuran
Hobi Koleksi Kendaraan...
Hobi Koleksi Kendaraan Mewah, Sultan PIK Ikut Bintangi Crazy Fast Indonesian 2
Mengulik Sosok Misterius...
Mengulik Sosok Misterius Elise di balik Lagu Fur Elise Karya Beethoven
Mengenal Sosok Maludin...
Mengenal Sosok Maludin Simbolon, Panglima Kodam Bukit Barisan Pertama
Sukses Hadirkan Ayu...
Sukses Hadirkan Ayu Gani, The Where Next Club Episode 2 Angkat Sosok William Tjandra
Berita Terkini
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
25 menit yang lalu
Begal dan Curanmor,...
Begal dan Curanmor, Kasus Besar yang Diungkap Polda Riau dalam Semalam
2 jam yang lalu
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
8 jam yang lalu
Berbekal PROPER Hijau,...
Berbekal PROPER Hijau, Langkah Nyata Transformasi Ekologis Diperkuat di Sulawesi Tenggara
9 jam yang lalu
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
10 jam yang lalu
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
12 jam yang lalu
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved