Kadisdik Minta Warga Purwakarta Bubarkan dan Data Pelajar yang Berkerumun

loading...
Kadisdik Minta Warga Purwakarta Bubarkan dan Data Pelajar yang Berkerumun
Penyemprotan disinfektan dilakukan secara serentak di 518 sekolah SD dan SMP di Purwakarta untuk mencegah penularan virus corona terhadap para pelajar. Foto/SINDOnews/Asep Supiandi
PURWAKARTA - Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Purwakarta Purwanto meminta masyarakat untuk membubarkan pelajar jika kedapatan berkerumun di lokasi-lokasi tertentu. Masyarakat pun diminta mendata anak-anak itu agar diketahui sekolahnya.

“Kami akan kejar sekolah dan gurunya. Jika tidak memiliki alasan kuat, murid SD atau pelajar SMP itu akan kami kembalikan kepada orang tuanya. Jelas-jelas hal itu terjadi akibat kelalaian orang tuanya,” kata Purwanto kepada awak media di sela-sela penyemprotan disinfektan di SDN 1 Lebak Anyar, Rabu (18/3/2020).

Orang tua, ujar Kadisdik, harus memiliki kepedulian terhadap anak-anaknya. “Jangan sampai anak-anak diwajibkan belajar di rumah, orang tua malah jalan-jalan ke tempat-tempat kerumunan orang semisal pusat-pusat perbelanjaan," ujar Kadisdik.

Dia menuturkan, pencegahan penularan virus Corona atau Covid-19 harus dilakukan secara bersama-sama. Apalagi virus itu bisa menular kepada siapa pun.



Kebijakan Disdik Purwakarta semua pelajar belajar di rumah harus ada kepedulian dari orang tua. Selain itu, guru dan murid harus tetap berkomunikasi menggunakan fasilitas, seperti media sosial.

Sementara itu, Disdik Purwakarta juga mendorong penyemprotan disinfektan di 518 sekolah, terdiri atas 418 SD dan 104 SMP. Selain itu, Purwanto juga meminta untuk SMA dan MTs serta MA bisa melakukan hal sama.

“Untuk wastafel sendiri di Purwakarta semua kelas SD dan SMP sudah memiliki fasilitas itu. Termasuk juga anak-anak kita telah diberikan pemahaman bagaimana mencuci tangan dengan baik dan benar,” pungkas dia.
(awd)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top