Lahan Pertanian Terkena Banjir, Pemerintah Majalengka Lakukan Ini

loading...
Lahan Pertanian Terkena Banjir, Pemerintah Majalengka Lakukan Ini
Musibah banjir yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Majalengka dipastikan berdampak terhadap lahan pesawahan. Foto/Dok/SINDOnews
MAJALENGKA - Musibah banjir yang terjadi di beberapa titik di Kabupaten Majalengka dipastikan berdampak terhadap lahan pesawahan. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mengklaim telah melakukan tindakan untuk meringankan beban para petani korban kebanjiran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan Kabupaten Majalengka Iman Firmansyah mengatakan, saat ini pihaknya sedang mengupayakan agar mereka mendapat bantuan benih untuk musim tanam selanjutnya.

"Langkah yang dilakukan dinas, yang utama adalah lagi menginventarisir yang kena musibah kebanjiran. Kami lagi data, kami ajukan, barangkali (bisa) membantu benih untuk musim tanam berikutnya," kata Iman, Kamis (27/2/2020).

Di luar upaya pemberian bantuan benih gratis, dia berharap para petani bisa menjadi bagian dari peserta Asuransi Usaha Tanam Padi (AUTP). Sehingga, kata dia, ketika terjadi musibah serupa, tidak terlalu menderita kerugian.



"Berharap semua petani yang bercocok tanam padi masuk asuransi AUTP. Pembayarannya itu per musim, hanya Rp36.000 per hektare. Kalau sekarang, kaya musibah kena kebanjiran, itu bisa ada penggantian per hektarnya Rp6 juta," tuturnya.

Para petani di Kecamatan Ligung, jelas dia, diketahui sebagai peserta AUTP dengan jumlah yang cukup banyak. Namun, secara keseluruhan, jumlah petani yang masuk AUTP masih relatif kecil. (Baca juga; Pemerintah Majalengka Klaim Industri Tak Ancam Produksi Pertanian)
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top