Bogor Bakal Miliki Rumah Sakit Syariah pada 2025

loading...
Bogor Bakal Miliki Rumah Sakit Syariah pada 2025
Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB) serius untuk mewujudkan rumah sakit berlabel syariah pertama di wilayah Bogor, Jawa Barat. SINDOnews/Haryudi
BOGOR - Yayasan Rumah Sakit Islam Bogor (YARSIB) serius untuk mewujudkan rumah sakit berlabel syariah pertama di wilayah Bogor, Jawa Barat. Sejak 2019 YARSIB sudah memulai satu tahapan untuk merealisasikan rumah sakit syariah pada 2025.

YARSIB sedang mengejar standar dan sertifikasi yang difatwakan Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN MUI) agar Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) sesuai dengan aspek penilaian yang disyaratkan berakreditasi syariah, diantaranya aspek manajemen dan layanan.

Ketua YARSIB Dwi Sudharto mengatakan, jika target mendirikan rumah sakit syariah bagi RSIB tercapai pada 2025, pihaknya bakal senang dan bangga. Sebab, hingga saat ini belum ada rumah sakit syariah di Kota maupun Kabupaten Bogor.

"Meski jika parameternya adalah nasional, kita bukan yang pertama karena (rumah sakit syariah) sudah ada di Semarang dan Yogyakarta. Tapi di Kota Bogor, kita menjadi yang pertama," kata Dwi pada acara Sosialisasi Layanan Vaksin Meningitis dan Influensa serta Penandatanganan Kerja Sama dengan 58 Mitra Kerja, di Papyrus Hotel, Kota Bogor, Kamis (20/2/2020).

Dia menilai, apabila konsep syariah telah menjadi basis utama RSIB pada 2025 nanti, sejumlah keunggulan yang membedakan antara rumah sakit non-syariah dengan syariah sangat jelas. Salah satunya adalah pengantongan jenis akreditasinya.

"Apalagi, sebagaimana diketahui bahwa konsep syariah dan halal lumrah dikenal sebagai konsep yang sarat dengan nilai-nilai kesehatan dan kebaikan," ujarnya. (Baca juga; Ini Pesan Wali Kota saat Resmikan Ruang Rawat Kelas III RSUD Bogor Senilai Rp89 Miliar )



Sebab, sesuai Fatwa DSN MUI, terkait ketentuan pelayanan pada poin 3 tercantum bahwa Rumah Sakit wajib mengedepankan aspek kemanusiaan dalam memberikan pelayanan kesehatan sesuai dengan kebutuhan pasien, tanpa memandang ras, suku, dan agama.

“Rumah sakit syariah ini dalam melayani pasien tak mengkhususkan pasiennya harus beragama islam. Sekarang saja sering pendeta atau non-muslim yang berobat atau menjadi pasien ke RSIB,” tuturnya.

Direktur RSIB Djunaidi Ilyas menuturkan, berkaca pada sejarah dimana rumah sakit yang diinisiasi oleh para kiai dan juga cendikiawan muslim ini sebagai tempat pengobatan bagi umat, khususnya kaum dhuafa sejak 1982 hingga saat ini.

"Kami sadar betul bahwa rumah sakit syariah itu adalah kebutuhan umat, untuk itulah kita bersiap menuju ke arah itu," kata Djunaidi. Rumah Sakit Islam Bogor (RSIB) didirikan YARSIB sejak 1982 sebagai lembaga kesehatan bernuansa Islami di Jalan Perdana, Perumahan Budi Agung, Tanah Sareal, Kota Bogor.
(wib)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top