Jelang BWF 2020, Wayang Modern Bakal Hadir di Mal

Jum'at, 07 Februari 2020 - 09:22 WIB
Jelang BWF 2020, Wayang Modern Bakal Hadir di Mal
Event Road to Bandung Sayang Festival 2020 bakal hadir di Mal Ciwalk, pada 8-9 Februari 2020. SINDOnews/Arif Budianto
A A A
BANDUNG - Pertunjukan wayang modern bakal hadir pada acara Coklat Kita Road to Bandung Wayang Festival 2020 di Mal Cihampelas Walk (Ciwalk), Kota Bandung, pada 8 hingga 9 Februari 2020. Tak hanya itu, event tersebut juga akan menghadirkan hiburan dan edukasi budaya kepada masyarakat.
Jelang BWF 2020, Wayang Modern Bakal Hadir di Mal

Event itu akan menghadirkan pertunjukan tiga wayang. Yaitu Wayang Potehi Rumah Cinwa, Wayang Ringkang (45 dalang) Tantan Sugandi, dan Wayang Tavip dari pengajar ISBI yakni M Tavip. Setiap pertunjukan wayang memiliki kelebihan tersendiri.

Wayang Potehi adalah wayang modern yang dimainkan oleh mahasiswa Universitas Indonesia (UI). Kehadiran wayang ini menjadi simbol estafet dari wayang tradisional ke wayang modern.

Wayang Tavip, sebenarnya adalah wayang kulit, namun hadir dengan lebih berwarna dan tiga dimensi dari penekanan lightingnya. Wayang ini tercetus oleh pengajar ISBI yakni M Tavip. Bahan baku wayang dibuat dari limbah yang didaur ulang.

"Sementara Wayang Ringkang ini bisa menghadirkan adegan kolosal fisik, dimainkan oleh 45 dalang. Biasanya, drama kolosal ini hanya dinarasikan oleh sang dalang. Ini juga penemuan baru dari wayang golek. Ini diapresiasi sebagai penemuan cerdas," kata Direktur BWF 2020 Hermawan Rianto saat menggelar konferensi pers di Hangar Kopi Sunda, Jalan Anggrek, Kota Bandung, Kamis (6/2/2020).

Menurut dia, hadirnya tiga pertunjukan wayang modern itu sebagai upaya memperkenalkan wayang kepada generasi muda. Bagaimana wayang yang dianggap kuno, bisa dinikmati dan sesuai selera anak muda masa kini.

"Target kami adalah anak muda. Itu juga menjadi alasan kenapa acara ini digelar di mal. Kami lebih memilih menghampiri penonton untuk memperkenalkan wayang kepada mayarakat. Tujuan akhirnya adalah pelestarian wayang," jelas dia.

Dia mengakui, Road to BWF 2020 adalah rangkaian acara sebelum Bandung Sayang Festival 2020 digelar pada Juli. Festival itu akan mengangkat tema utama mengenai Keragaman yang disalurkan melalui media Seni Wayang. Mulai dari latar belakang budaya, agama, serta cerita yang akan dimainkan, juga beberapa ragam visual, mosofi hingga pendekatan baru untuk menyampaikan pesan moral kepada penonton.

Bandung Wayang Festival sendiri dilaksanakan pertama kali pada 22-30 April 2011. Adapun kegiatan Road to BWF kala itu berupa pameran wayang dan turunannya, photo, serta lukisan. Sementara itu, event utama BWF 2011 diikuti oleh nyaris 900-an seniman dari berbagai pertunjukan wayang dalam berbagai media.

Ketua Pelaksana BWF 2020 Nia Anthony mengatakan, pada acara Road to BWF 2020 di Ciwalk, akan ada workshop pembuatan wayang limbah, workshop alat musik tradisi suling, karinding, serta wayang daun singkong. Juga hasid Pojok Napak Jagat Pasundan (NJP), Rampak Kendang Kendangers, Karinding Cekas Kasunda, Calung NIP, dan lainnya.

"Kami juga akan menggelar lomba fotografi, sehari penuh. Temanya budaya dan wayang. Kami telah siapkan model untuk menjadi objek foto bagi para pecinta fotografi di Bandung," imbuhnya.
Jelang BWF 2020, Wayang Modern Bakal Hadir di Mal

Sementara itu, Perwakilan dari Coklat Kita Tries Pondang mengatakan, Coklat Kita adalah wadah digelarnya acara online dan offline, salah satunya di bidang budaya. Coklat Kita, kata dia, selalu komitmen dan konsisten mendukung berbagai kegiatan berbasis budaya, baik di Jabar atau nasional.

"Kami sangat mendukung kegiatan seperti ini. Kami berharap, ini bisa meningkatkan minat kalangan muda terhadap budaya sendiri, khususnya wayang," katanya. (Baca juga; Galeri Wayang Jadi Wisata Edukasi Andalan Purwakarta )

Coklat Kita, tak hanya mendukung acara tersebut bisa digelar, tetapi juga ikut hadir meramaikan acara. Yaitu menghadirkan pojok NJP. Di booth itu, pihaknya akan menggelar workshop pembuatan wayang, hiburan, dan lainnya.

"Kami juga akan hadirkan komunitas yang bersinggungan dengan wayang, terutama untuk hadir pada workshop membuat wayang dari limbah. Pengunjung juga bisa melihat pembuatan wayang ini secara langsung," pungkasnya.
(wib)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
artikel/ rendering in 0.2260 seconds (11.210#12.26)