Natuna Diusik China, Dedi Mulyadi Rindu Sikap Tegas Prabowo Subianto

loading...
Natuna Diusik China, Dedi Mulyadi Rindu Sikap Tegas Prabowo Subianto
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi. Foto/SINDOnews/Dok
BANDUNG - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi merindukan sikap tegas Prabowo Subianto terhadap kedaulatan Republik Indonesia yang kerap diperlihatkan saat Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 lalu.

Kerinduan Dedi tersebut menyusul terusiknya kedaulatan RI di Natuna, Kepulauan Riau dimana kapal-kapal China melanggar Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di perairan Natuna.

Dedi meminta Prabowo Subianto yang kini menjabat Menteri Pertahanan RI bertindak tegas terhadap persoalan tersebut karena dia tak menghendaki kedaulatan RI terusik.

"Pak Prabowo, kami mendambakan kegarangan Bapak ketika nasionalisme dan kedaulatan bangsa terusik," ungkap Dedi, Sabtu (4/1/2020).



Dedi menuturkan, menjaga wilayah perairan dengan tujuan menjaga kedaulatan dan melindungi seluruh kekayaan alam yang terkandung di dalamnya merupakan kewajiban yang melekat pada negara.

Menurut Dedi, hubungan persahabatan antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah China adalah hubungan yang sifatnya setara. Karena setara, kata Dedi, ketika ada kekayaan yang diambil, sikapnya bukan lagi perundingan, tapi tindakan tegas.

Namun, lanjut Dedi, tindakan tegas tersebut bukan melulu harus berdasarkan pendekatan militer, melainkan bisa juga dilakukan lewat pendekatan sipil, seperti yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) saat dipimpin Susi Pudjiastuti.



Dia menilai, tindakan penenggelaman kapal pencuri ikan yang dilakukan Susi Pudjiastuti saat menjadi Menteri KKP sebagai metodologi yang tepat dalam menegakkan aturan kelautan.
halaman ke-1 dari 3
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top