alexa snippet

Museum Armada Rekam Jejak Maritim di Timur Indonesia

Museum Armada Rekam Jejak Maritim di Timur Indonesia
Museum Armada rekam jejak maritim di Timur Indonesia (foto:Soeprayitno/Koran Sindo)
A+ A-
TAK semua orang tahu kapan Komando Armada RI Kawasan Timur mulai ada. Dan tak semua tahu seperti apa perjalanan salah satu Komando Utama (Kotama) di bawah kendali TNI AL ini. Paling banter yang tahu sebatas anggota TNI AL. Itu pun prajurit matra laut yang berdinas di Koarmatim.

Namun, nukilan sejarah berdirinya komando penjaga maritim untuk wilayah Timur Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) itu, kini bisa dengan mudah diketahui. Bagi anda yang ingin mengetahui lebih jauh tentang sejarah Koarmatim, bisa langsung mendatangi Museum Armada.

Di museum ini, anda dapat melihat benda-benda lawas yang menjadi saksi bisu keberadaan Koarmatim. Museum yang dinamakan Fleet House ini, berada di areal Koarmatim, diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Marsetio, Rabu 29 Oktober 2014.

Menilik bentuknya, museum ini tak ubahnya kapal besar. Jendela berbentuk bulat dengan kaca, dan jeruji besi menguatkan kesan kapal. Dalam museum, anda bisa dijumpai koleksi benda-benda bersejarah.

Tak ketinggalan, foto-foto yang menceritakan tentang keberadaan Armatim. Gambaran heroik perjuangan sejak zaman pra kemerdekaan, hingga masa kini, juga bisa dinikmati. Museum ini merupakan satu-satunya di Indonesia, dengan mengandung slogan historia magistra vitae atau sejarah adalah guru kehidupan.

Pencatat sejarah armada perang RI menjadi tanggungan melekat pihak Museum Armada. Lebih dari itu, museum yang berada tak jauh dari monumen sekaligus Museum Jalesveva Jayamahe ini, juga menjadi wahana edukasi sekaligus rekreasi bagi masyarakat yang ingin tahu profil Koarmatim dan TNI AL.

Bagi prajurit TNI AL, museum ini diharapkan mendukung upaya memperluas cakrawala pengetahuan. Lebih dari itu, juga untuk mewariskan nilai-nilai historis perjuangan TNI AL.

Mabes TNI AL berharap generasi muda memanfaatkan museum ini agar menjadi generasi penerus bangsa dengan visi bahari. Terlebih pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla sekarang mengedepankan pembangunan sekaligus penguatan sektor bahari.

Keberadaan museum juga terlecut pesan Presiden pertama RI Bung Karno yang minta Indonesia kembali menjadi bangsa pelaut. Pesan itu, disampaikan Bung Karno lewat pidato saat peresmian Institut Angkatan Laut, tahun 1953.

"Usahakanlah agar kita menjadi bangsa pelaut kembali. Ya, bangsa pelaut dalam arti seluas-luasnya. Bukan sekadar menjadi jongos-jongos di kapal, bukan! Tetapi bangsa pelaut dalam arti kata cakrawati samudera," kata Bung Karno, dalam pidatonya.

dibaca 5.209x
halaman ke-1 dari 3
loading gif
Top