Jawa Barat & Banten

RSUD dr Slamet Garut tampung caleg stres

Kamis,  13 Februari 2014  −  18:29 WIB
RSUD dr Slamet Garut tampung caleg stres
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Slamet Garut siap menampung bakal calon (balon) anggota legislatif yang stres akibat kalah bertanding dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014.

Humas RSUD dr Slamet Garut Ade Sunarya mengatakan, ruang perawatan untuk penyakit khusus ini akan dilengkapi fasilitas layanan kelas I. Sedikitnya ada 12 ruangan di bangunan Cempaka yang telah disiapkan untuk menampung balon legislatif itu.

"Sebanyak tujuh di antaranya memiliki fasilitas VVIP. Bangunan Cempaka ini memiliki 31 ruangan. Sebanyak 12 ruangan kita khususkan untuk menangani penyakit tertentu, seperti stres berat dan penyakit kejiwaaan lainnya," ujarnya, kepada wartawan, Kamis (13/2/2014).

Ditambahkan dia, masyarakat umum, atau mungkin calon legislatif (Caleg) yang gagal dan mengalami gangguan kejiwaan bisa dirawat di ruang itu. Rumah sakit juga menyediakan satu orang tenaga ahli jiwa dan beberapa perawat khsusus untuk menangani pasien istimewa itu.

“Sebenarnya di Garut belum ada rumah sakit jiwa. Oleh karena itu, sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, kami mencoba untuk menyediakan fasilitas ini," terangnya.

Dilanjutkan dia, fasilitas di ruang itu sangat berbeda dengan di ruangan lainnya. "Dokter ahli jiwa kita ada satu, cuma jadwalnya satu minggu sekali. Masalah ini masih bisa diatasi, karena kita juga siagakan tenaga medis lain,” ungkapnya.

Dengan demikian, kapasitas total dari bangunan Cempaka yang ditawarkan RSUD dr Slamet Garut hanya untuk menampung 12 pasien saja. Terkait biaya perawatan, seluruhnya murni menjadi tanggungan pasien.

“Biayanya ditanggung sendiri oleh pasien. Mungkin nanti akan ada yang menggunakan layanan BPJS Kesehatan,” terangnya.

Ade mengaku, tren penyakit stres di masyarakat lumrah terjadi di setiap proses Pemilihan Umum (Pemilu), khususnya pileg. Pada Pileg 2009 lalu, tidak sedikit caleg yang gagal mengalami penyakit stres berat.

“Faktornya banyak. Salah satunya bisa karena memikirkan biaya yang telah dikeluarkan,” tukasnya.


(san)

views: 1.504x
shadow