Jawa Barat & Banten

Kasus korupsi Rumah Sakit Balaraja dibuka kembali

Kamis,  17 Oktober 2013  −  00:01 WIB
Kasus korupsi Rumah Sakit Balaraja dibuka kembali

Sindonews.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten akan kembali membuka kasus dugaan korupsi pembangunan Rumah Sakit (RS) Balaraja, Tangerang, Banten, Rp20 miliar lebih, yang telah dihentikan oleh Kejati Banten, akhir 2008 lalu.

Kejati Banten, saat ini meminta masyarakat untuk membantu memberikan bukti baru atau novum tentang kasus tersebut, agar bisa kembali disidik.

Kepala Kejaksaan Tinggi Banten (Kajati) Feri Wibisono mengatakan, alasan adanya penghentian kasus itu, karena tidak ditemukanya kerugian keuangan negara.

“Kasus tersebut di SP3- kan  karena tidak ada bukti kuat, kalau enggak salah karena tidak ada kerugian keuangan negaranya, tapi kalau ada novum kami bisa buka lagi,” ujar Feri Wibisono, kemarin.

“Kepada masyarakat yang memiliki data menyangkut kasus tersebut, untuk menginformasikanya kepada kami,” tambahnya.

Sebelumnya, alasan Kajati Banten yang saat itu dijabat Dondy K Sudirman dikeluarkan SP3 karena setelah memeriksa orang-orang yang terkait, tidak menemukan unsur-unsur yang melanggar tindak pidana korupsi.

Bahkan Dondy K Sudirman juga menegaskan bahwa dihentikannya kasus tersebut semata-mata hanya alasan hukum.
 
Kasus Pembangunan RS Balajara pertama kali diselidiki oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanggerang karena selama tiga tahun pembangunannya tidak pernah rampung.

Secara keseluruhan biaya pembangunan RSUD Balajara mencapai Rp22,275 miliar yang berasal dari APBN 2005 hingga 2007.


Selanjutnya...

views: 1.343x
Halaman 1 dari 3
Bagikan artikel ini :
shadow