alexa snippet

Oknum Pertamina diduga terlibat penyelundupan solar

Oknum Pertamina diduga terlibat penyelundupan solar
Dokumen Sindonews
A+ A-
Sindonews.com - Kepolisian Resort Kota Besar (Polrestabest) Makassar mengindikasikan kasus penangkapan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar sebanyak 6.600 liter tanpa surat distribusi dari tangan salah seorang warga, diduga ada keterlibatan oknum internal dari PT Pertamina.

Kepala Sub Bagian Humas Polrestabes Makassar, Komisaris Polisi (Kompol), Mantasiah mengatakan, bisa jadi ada oknum dari pertamina yang membantu memuluskan penjualan solar tersebut. Untuk itu, pihaknya berencana memanggil pihak pertamina untuk keperluan penyelidikan atas motif penggelapan itu.

"Bisa jadi motifnya seperti itu, dengan dibantu oleh orang dalam dan kedua pihak memperoleh keuntungan, jadi akan segera kita panggil pihak pertamina untuk keperluan penyeldikan ini," Kata Mantasiah kepada KORAN SINDO, Rabu (2/10/2013).

Sementara, Wakil Kepala Satuan Reserse Kriminal (Wakasat Reskrim) Polrestabes Makassar, Anwar Hasan, mengatakan, masih menyelidiki perihal kasus penyelundupan solar tersebut. Sehingga warga atas nama M Rahmat yang diketahui sebagai pelaku penyelendup ini belum dapat dijadikan sebagai tersangka.

"Sementara kami masih periksa pelaku beserta barang bukti yang berhasil kami amankan, jadi pelaku belum bisa kami ditetapkan sebagai tersangka sebelum proses penyelidikan ini kami dalami," kata Anwar Hasan.

Menurut Anwar, tidak tertutup kemungkinan motif penyelundupan solar tersebut ada keterlibatan orang dalam dari Pertamina, pasalnya, hanya ia tak ingin berspekulasi lebih jauh, sebelum ada hasil dari pemeriksaan tersebut.

"Kami belum bisa pastikan apakah ada keterlibatan orang dalam, yang pasti kita akan selidiki sesuai bukti seperti apa motif solar ilegal ini," tuturnya

Dikonfirmasi terpisah, Humas Pertamina Unit Pemasaran Wilayah VII Makassar, Rosina Nurdin, mengaku pihaknya masih menyelidiki dan melacak solar yang diduga tidak memiliki surat distribusi.

Ia mengatakan jika solar yang diamankan tersebut merupakan solar subsidi lantas didistribusi untuk keperluan industri maka itu merupakan tindakan penggelapan atau ilegal.

"Tapi kalau solar itu non subsidi atau untuk umum ya tidak masalah, biar berapapun yang diminta oleh konsumen pertamina juga akan jual. Karena harga antara solar non subsidi dan solar bersubsidi itu berbeda, kalau non subsidi kisarannya harganya Rp10-12 ribu, kalau untuk solar subsidii harganya 4.500 selebihnya kan ditanggung pemerintah," jelas Rosina Nurdin.
halaman ke-1 dari 2
views: 2.821
loading gif
Top