Jawa Tengah & DIY

Dishub Salatiga bantah terima upeti parkir liar

Selasa,  1 Oktober 2013  −  14:37 WIB
Dishub Salatiga bantah terima upeti parkir liar
Ilustrasi (dok:Istimewa)

Sindonews.com - Kepala UPTD Parkir Dinas Perhubungan Komunikasi Budaya dan Pariwisaya (Dishubkombudpar) Kota Salatiga Agus Nur Solikin membantah tudingan Pembantu Rektor III Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Yafet YW Rissy.

Dalam tudingannya, Yafet mengatakan tidak ada oknum diinstansinya yang menerima upeti dari juru parkir (jukir) liar yang beroperasi di depan kampus tersebut. Dia juga menyatakan, tidak ada pengorganisasian jukir liar di Salatiga.

“Tudingan itu tidak benar. Staf saya tidak pernah menerima setoran (upeti) dari jukir liar. Dan di Salatiga, tidak ada pengorganisasian jukir liar. Silahkan dicek langsung ke kantor saya. Jika ada, tolong catat nama pegawainya dan laporkan ke saya,” ujar Agus, kepada wartawan, Selasa (1/10/2013).

Dia menyatakan, selama ini sudah melakukan pembinaan terhadap para jukir liar dan melarangnya beroperasional di daerah larangan parkir. Namun mereka tetap nekat membuka tempat parkir di daerah larangan parkir. "Tapi saat dilakukan razia Senin 30 September 2013, mereka kabur dari lokasi parkir," terangnya.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Yafet YW Rissy menyatakan, praktik parkir liar di depan kampus UKSW tidak lepas dari campur tangan oknum pegawai Dishubkombudpar Kota Salatiga. Yafet menuding, praktik jukir liar tersebut ada organisasinya.

"Dari informasi yang kami dapat, jukir liar itu ada yang mengorganisir. Dan mereka setoran ke Dishub Rp45.000 per shift," tandasnya.


(san)

views: 831x
shadow