Jawa Tengah & DIY

Warga Pati tolak sosialisasi KA Amdal PT SMS

Senin,  9 September 2013  −  12:57 WIB
Warga Pati tolak sosialisasi KA Amdal PT SMS
Demo warga Pati (foto:Oliez/Koran Sindo)

Sindonews.com - Ratusan warga dari belasan desa, di Kabupaten Pati bagian selatan, menggelar aksi demonstrasi menolak sosialisasi dokumen kerangka acuan analisisi mengenai dampak lingkungan (Ka Amdal) pembangunan pabrik semen milik PT Sahabat Mulia Sakti (PT SMS), di Hotel Gritary, Jalan Syech Jangkung Pati.

Warga menilai, rencana pembangunan pabrik semen anak perusahaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk tersebut akan mengancam kelestarian Pegunungan Kendeng, dan lahan pertanian warga yang ada di Kecamatan Tambakromo, dan Kayen, Pati.

Aksi demo warga yang datang dengan puluhan truk ini, dimulai sekira pukul 09.30 WIB. Aksi massa hanya dilakukan di depan pintu gerbang Hotel Gritary. Sebab, aparat Polres Pati menjaga ketat pintu gerbang tersebut. Sempat terjadi aksi dorong antara warga dan aparat.

Namun situasi kembali normal setelah kedua kubu sama-sama bisa menahan Salah seorang perwakilan warga, Suyitno mengatakan sejauh ini sosialisasi yang dilakukan masih minim. Parahnya lagi, dia mengklaim jika sosialisasi tersebut tidak langsung menyasar warga yang terkena dampak langsung pembangunan pabrik dengan investasi sekitar Rp4 triliun tersebut.

"Apa benar sosialisasi sudah dilakukan, warga Desa Mojomulyo yang lokasinya dekat dengan lokasi tapak malah tidak pernah diajak? Mengapa DPRD Pati yang merupakan wakil rakyat tidak diundang dalam sosialisasi ini," kata Suyitno, di Pati, Senin (9/9/2013).

Kegiatan sosialisasi ini sempat diwarnai aksi walk out (WO) dari Warsiti, salah seorang perwakilan warga Desa Keben, Kecamatan Tambakromo. Warsiti menilai, sosialisasi tersebut tidak perlu. Sebab masyarakat sudah berprinsip menolak rencana pembangunan tersebut.

"Bagaimana nanti nasib anak cucu kita, lingkungan sekitar dan lain sebagainya. Memang pabrik semen ada manfaatnya tapi sampai kapan?" jelasnya sembari meninggalkan ruang sosialisasi di Hotel Gritary.

Sementara itu, Poerna Tri Oentari, Direktur PT Mitra Adhi Pranata (MAP) yang merupakan konsultan Amdal pabrik semen PT SMS mengatakan, sosialisasi ini merupakan salah satu tahapan yang harus dilalui dalam penyusunan Amdal. Lewat sosialisasi ini, pihaknya justru berharap adanya masukan dari berbagai elemen masyarakat agar dokumen amdal lebih lengkap.

"Apapun masukannya apakah soal mata air, ponor, sungai bawah tanah dan lain sebagainya pasti kami terima dan tindaklanjuti. Karena sekarang amdal memang belum rampung dan masukan ini penting dalam penyusunan dokumen itu," terangnya.

Poerna menegaskan, pihaknya tidak akan menggunakan cara yang tidak jujur dalam penyusunan amdal. Sebagai akademisi, pihaknya berkomitmen dokumen amdal tersebut bisa dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

"Amdal itu adalah syarat untuk mengeluarkan izin lingkungan. Apapun hasil amdal yang kita susun nanti kalau sudah rampung bisa diakses oleh publik," tandasnya.

Hingga pukul 12.00 WIB, sosialisasi terkait penyusunan dokumen Ka Amdal masih berlangsung. Ratusan warga juga masih menggelar aksi demo di depan pintu gerbang Hotel Gritary, Pati.


(san)

views: 1.208x
shadow