Eksotisme Dieng, dataran tinggi kedua dunia setelah Nepal

Sabtu, 31 Agustus 2013 - 13:47 WIB
Eksotisme Dieng, dataran...
Eksotisme Dieng, dataran tinggi kedua dunia setelah Nepal
A A A
Sindonews.com - Dataran Tinggi Dieng terletak di perbatasan antara Kabupaten Wonosobo dan Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah (Jateng). Dataran tinggi Dieng secara administratif terbagi dalam dua wilayah, yakni Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo dan Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun SINDO, nama ‘Dieng’ sendiri berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Di" yang berarti tempat yang tinggi dan ”Hyang” yang artinya tempat para dewa-dewi. Diartikan kemudian sebagai tempat kediaman para dewa dan dewi.

Ada juga yang mengartikannya dari bahasa Jawa yaitu “adi” berarti indah, berpadu dengan kata “aeng” yang artinya aneh. Penduduk setempat kadang mengartikannya sebagai tempat yang indah penuh dengan suasana spiritual.

Dataran tinggi Dieng bagaikan negeri di atas awan. Terhampar di ketinggian 2.000 m di atas permukaan laut membuat udaranya sejuk dan menyegarkan serta ditutupi kabut tebal. Karena keindahannya yang menakjubkan inilah diyakini bahwa Dieng dipilih sebagai tempat yang sakral dan tempat bersemayamnya dewa-dewi.

Jika mengunjungi wilayah tersebut, kita akan dapat menikmati pemandangan lumpur mendidih yang mengeluarkan gelembung, danau belerang berwarna cerah dan kabut tebal yang menyelimuti dataran tinggi Dieng. Melihat, merasakan, dan membayangkan tempat ini secara langsung akan membuat kita memahami mengapa masyarakat Jawa menganggap Dieng sebagai tempat yang memiliki kekuatan supernatural.

Ketinggian Dieng yang berada di atas rata-rata pun patut dibanggakan, pasalnya Dieng mendapatkan predikat dataran tinggi kedua di dunia setelah Nepal.

Kawasan itu juga dikenal dengan keindahan alamnya yang cukup eksotis. Di kawasan Dieng sendiri terdapat beberapa obyek wisata alam yang cukup indah. Diantaranya adalah Telaga Warna, Kawah Sikidang, Telaga Menjer, serta pemandangan pegunungan lain seperti Gunung Sindoro.

Tidak hanya itu, Dieng juga dikenal dengan negeri yang subur dan makmur. Pertanian jenis sayur seperti kentang menjadi komoditi utama yang dihasilkan oleh masyarakat di sana. Bahkan kentang asli Dieng memiliki kualitas yang sangat tinggi dan dipakai untuk bahan baku kentang goreng di salah satu merek terkenal di dunia.

Satu hal yang juga tak kalah terkenal dari Dieng, penduduk setempat menyebutnya 'anak gembel' atau anak gimbal. Menurut kepercayaan warga setempat, anak gimbal merupakan anugerah dari para dewa sehingga fenomena ini patut disukuri.

Biasanya jika rambut anak gimbal dipaksakan dipotong, maka si anak akan cenderung sakit-sakitan, dan anehnya rambut gimbal anak-anak gimbal tidak secara alami tumbuh ketika mereka dilahirkan, namun tumbuh saat usia mereka menginjak 1-2 tahun.
(rsa)
Berita Terkait
Mengejar Pertumbuhan...
Mengejar Pertumbuhan Nasabah Baru, MotionBanking Menerapkan Fully Biometric Digital Onboarding
Berita Terkini
11 Orang Tewas, Truk...
11 Orang Tewas, Truk Tronton Hantam Pikap Rombongan Pengantar Pengantin di Pantura Indramayu
8 jam yang lalu
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
8 jam yang lalu
BNPB Sebut 3 Daerah...
BNPB Sebut 3 Daerah di Pulau Jawa Dilanda Karhutla, Ini Lokasinya
9 jam yang lalu
Usai Jadi Tersangka,...
Usai Jadi Tersangka, Rumah Dinas Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Sepi Tanpa Aktivitas
15 jam yang lalu
Pekan Dekranasda Tangsel...
Pekan Dekranasda Tangsel 2026, Momentum Perkenalkan Produk Lokal UMKM
15 jam yang lalu
Komitmen Berkelanjutan,...
Komitmen Berkelanjutan, Tracon Industri Kolaborasi Tanam 500 Mangrove di Karawang
17 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved