Jawa Tengah & DIY

Adu jotos di Keraton Kasunanan Surakarta

Senin,  26 Agustus 2013  −  15:15 WIB
Adu jotos di Keraton Kasunanan Surakarta
Pendukung Dwi Tunggal dan Lembaga Dewan Adat adu jotos (foto:Abdul/Koran Sindo)

Sindonews.com - Puluhan pendukung Dwi Tunggal dan Lembaga Dewan Adat terlibat baku hantam, di Keraton Kasunanan Surakarta Hadinigrat atau Keraton Solo, Jawa Tengah. Bentrok dipicu pro kontra pengukuhan Maha Menteri Tedjowulan dan pelantikan Pengageng Keraton, di Sasana Narendra.

Massa dari dua kelompok berseberangan, saling pukul dan hantam di depan pintu gerbang talang paten, yakni akses menuju Sasana Narendra, dan di depan kori kamandungan atau akses utama menuju keraton.

Keributan ini, pecah usai Gusti Moeng (GKR Koes Mortiyah Wandansari) cs membubarkan acara di kediaman PB XIII Hangabehi, siang tadi. Polisi belum menetapkan tersangka dalam kasus bentrok tersebut.

Dari kubu Dwi Tunggal, KRH Bambang Pradotonagoro berniat mengadukan ulah Gusti Moeng cs ke polisi, karena dianggap melakukan tindakan tidak menyenangkan. Bambang menyebutnya, telah dengan sengaja mengusik kegiatan internal raja.

“Akan kita laporkan ke polisi, karena melakukan tindakan tidak menyenangkan,” kata dia, kepada wartawan, Senin (26/8/2013).

Situasi memanas di Keraton Surakarta terlihat sejak Minggu 25 Agustus 2013, seiring dengan rencana penyelenggaraannya di Sasana Mulyo, sebelum akhirnya digeser ke Sasana Narenda guna meminimalisasi konflik.

Massa dari dua kubu berseberangan, berjaga-jaga di lokasi hingga hari ini. Terlihat pula, aparat dari Polresta Surakarta bersiap mengatasi huru-hara dengan menempatkan diri di lokasi strategis.

Untuk diketahui, konflik di keraton kian panas pascarekonsiliasi dua raja, yakni Tedjowulan dan Hangabehi yang sebelumnya mengklaim posisi PB XIII. Meski keduanya kini bersatu, namun Lembaga Dewan Adat yang secara de facto menguasai keraton terus menunjukkan resistensinya.


(san)

views: 3.232x
shadow