Kalimantan & Sulawesi

Rutan Makale di Toraja kelebihan kapasitas

Selasa,  20 Agustus 2013  −  14:11 WIB
Rutan Makale di Toraja kelebihan kapasitas
Ilustrasi (Dok Okezone)

Sindonews.com - Kelebihan kapasitas penghuni rumah tahanan (rutan) tidak hanya terjadi di kota-kota besar. Kondisi kelebihan kapasitas juga dialami rutan kelas IIB Makale, di Kabupaten Tana Toraja.
 
“Memang benar, rutan Makale saat ini kelebihan kapasitas. Jumlah penghuni rutan lebih besar dari jumlah kamar tahanan yang ada,” ujar Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Makale, Kamal Yahya kepada SINDO, di Makale, Selasa (20/8/2013).
 
Dia mengatakan, saat ini rutan kelas IIB Makale dihuni sekira 95 narapidana (napi), dua orang tahanan diantaranya merupakan tahanan kasus korupsi titipan Kejaksaan Negeri (Kejari) Makale.

Sementara jumlah kamar tahanan yang ada hanya berjumlah sembilan untuk kamar laki-laki dan satu kamar perempuan. Besarnya kamar tahanan juga berbeda karena ada beberapa kamar tahanan yang ukurannya kecil dan beberapa kamar lagi berukuran besar.

Idealnya, rutan Makale hanya dihuni 47 napi. Akibat kelebihan kapasitas penghuni, terjadi penumpukan napi di kamar-kamar tahanan.
 
“Kamar tahanan yang berukuran besar semestinya hanya dihuni 10 napi tapi kondisinya saat ini dihuni antara 15-18 napi. Begitu juga dengan kamar tahanan ukuran kecil idealnya dihuni 3 napi kini dihuni 5-8 napi,” ujarnya.
 
Kamal mengatakan, meski rutan KelasIIB Makale kelebihan kapasitas, namun pihak rutan tetap berupaya memberikan kenyamanan terhadap semua warga binaan yang menghuni rutan Makale. Termasuk pemberian pelayanan kesehatan dan kesejahteraan serta keterampilan yang optimal terhadap para warga binaan.

Salah satu upaya mengantisipasi terjadinya penumpukan penghuni rutan yang lebih banyak, napi yang menjalani masa hukuman diatas lima tahun dipindahkan ke lembaga pemasyarakatan (lapas) di Makassar.
 
“Rata-rata, warga binaan rutan Makale menjalani hukuman dibawah lima tahun. Kalau hukumannya diatas lima tahun, napi yang bersangkutan dipindahkan ke lapas Makassar,” katanya.
 
Menurutnya, salah satu upaya guna mengatasi kelebihan kapasitas di rutan Makale, perlu dilakukan pengembangan dan perbaikan infrastruktur rutan Makale.

Selain itu, perlu ada penambahan jumlah kamar tahanan bagi warga binaan sehingga tidak terjadi penumpukan penghuni di setiap kamar. Dengan begitu, warga binaan bisa merasa lebih nyaman dan tenteram selama menjalani masa hukuman di rutan kelas IIB Makale.
 
“Melihat jumlah penghuni melebihi kapasitas kamar tahanan saat ini, memang perlu ada penambahan kamar tahanan serta perbaikan infrastruktur di rutan Makale,” tandasnya.


(rsa)

views: 891x
shadow