Jawa Timur

Rendemen 6, petani tebu PG Tjoekir protes

Selasa,  13 Agustus 2013  −  15:15 WIB
Rendemen 6, petani tebu PG Tjoekir protes
Aksi petani tebu di Jombang (foto:Mukhtar/Sindo TV)

Sindonews.com - Dirugikan dengan rendemen yang terlalu rendah, puluhan petani menghadang dan mengusir truk-truk pemasok tebu di Perusahaan Gula (PG) Tjoekir, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Aksi petani tersebut, membuat aktivitas produksi perusahaan terganggu.

Dalam aksinya, para petani ini langsung mengusir truk-truk yang datang ke perusahaan agar balik arah dan mengirim tebunya ke perusahaan gula yang lain. Beberapa petani bahkan terlibat adu mulut dengan petani lain yang mencoba memaksa mengirimkan tebunya ke dalam pabrik.

Namun, karena kalah jumlah, petani ini pun menyerah dan langsung pergi meninggalkan lokasi. Melihat aksi para petani tersebut, sejumlah aparat keamanan pabrik tak bisa berbuat banyak.

Petani mengaku sengaja menghadang dan mengusir seluruh truk tebu masuk ke dalam pabrik, karena kecewa dengan keputusan PG yang menetapkan rendemen tebu kali ini sangat rendah, yakni 6. Dengan rendemen 6, petani mengaku rugi, karena pendapatan mereka akan rendah. Padahal, biaya tanam, perawatan, dan panen tebu saat ini cukup tinggi.

Mereka mendesak, PG menaikkan rendemen mereka menjadi 8, agar bisa memperoleh untung yang lebih besar.

Melihat aksi petani itu, pihak PG Tjoekir tak mau ambil pusing dan menolak melakukan dialog. Sebab pihak PG berdalih yang menetapkan rendemen adalah para direksi di tingkat pusat, bukan PG Tjoekir sendiri. Meski tidak ada tebu yang bisa masuk  untuk di produksi, pihak PG tak akan ambil pusing.

Hingga berita ini diturunkan, aksi para petani masih terus berlangsung. Akibatnya, area parkir truk tebu kosong melompong, karena tidak ada satupun truk tebu yang bisa masuk. Bila aksi ini terus berlangsung, dapat dipastikan rencana produksi gula mulai 15 Agustus mendatang tidak akan bisa dilakukan.


(san)

views: 1.580x
shadow