Jawa Tengah & DIY

Jurang curam kendala evakuasi AKP Yahya

Kamis,  25 Juli 2013  −  21:45 WIB
Jurang curam kendala evakuasi AKP Yahya
Foto: Eka Setiawan/Koran Sindo

Sindonews.com - Proses penyelamatan AKP Yahya R Lihu, Kepala Unit (Kanit) Resmob Polda Jawa Tengah terkendala ketinggian jurang yang curam dan penuh dengan pohon di Dusun Ngemplak, Desa Petung, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Selain AKP Yahya, juga terdapat satu korban lain yakni Munjaroh, seorang tersangka kasus penggandaan uang.

Sejumlah petugas kepolisian dibantu Tim SAR Kabupaten Magelang dan warga setempat bergotong-royong melakukan upaya penyelamatan terhadap korban. Sebab, kedua tubuh korban berada di bawah jurang sedalam sekira lebih dari 50 meter.

Salah seorang Perangkat Desa Petung, Hasim mengatakan, warga mengetahui kejadian tersebut setelah ada dari seorang petugas kepolisian meminta bantuan untuk evakuasi korban sekitar pukul 04.30 WIB kemarin.

"Proses evakuasinya sekitar dua jam. Korban pertama yang berhasil dievakuasi dari pihak polisi. Selanjutnya dibawa ke puskesmas setempat," katanya, Kamis (25/7/2013)

Dari informasi yang dihimpun, AKP Yahya sempat bertahan dan dipastikan masih hidup selama dua jam. Setelah dilarikan ke RSUD Tidar Kota Magelang sekitar pukul 11.00 WIB, nyawanya sudah tidak tertolong dalam perjalanan.

Jenasah korban kemudian dibawa ke RS Bhayangkara Semarang untuk dilakukan autopsi.

Melalui pernyataan tertulis dari Kasubdit 3 Kejahatan dan Kekerasan Polda Jateng, Kombes Armand Asmara, kejadian bermula saat AKP Yahya sedang bertugas melakukan penyelidikan terhadap kasus penggandaan uang dan dugaan pembunuhan dengan tersangka Munjaroh.

Korban bersama Tim Opsnal yang dipimpin Kompol Arman Asmara berangkat dari Mapolda Jateng sekitar pukul 02.00 WIB menuju lokasi. Setelah sampai di Polsek Windusari sekitar pukul 04.00 WIB, petugas meminta tolong untuk ditunjukkan rumah salah satu pelaku lain, yakni Aspani.

Dilanjutkan dengan melakukan pencarian tempat penguburan Yolanda Irfan, seorang korban dugaan pembunuhan. Namun, tanpa membawa Munjaroh, dan tidak menemukan hasil.

AKP Yahya kemudian meminta anggota untuk membawa Munjaroh dilibatkan dalam pencarian. Saat proses pencarian, Munjaroh menunjukkan sebuah pohon pisang yang berada di area bibir jurang.

Belum sempat dilakukan penggalian, tersangka tiba-tiba melompat ke dalam jurang. Sedangkan tangan AKP Yahya yang masuk ke dalam lengan Munjaroh yang terborgol di depan, membuat AKP ikut terjatuh ke dalam jurang.

Melihat hal itu, Kompol Arman Asmara langsung segera mencari jalan untuk melakukan penyelamatan. Korban sempat sadar selama sekitar dua jam sampai akhirnya meninggal dalam perjalanan menuju RSUD Tidar.

Asni,28, salah satu saudara dari istri AKP Yahya mengatakan, pihaknya mendapat informasi setelah kondisi AKP Yahya sudah meninggal. Saat ini, korban meninggalkan satu istri dan tiga anak.

"Kami jarang untuk bisa bertemu. Beliau merupakan sosok yang baik dan berjiwa sosial," ujarnya.


(lns)

views: 2.316x
shadow