Jawa Barat & Banten

MoU pembangunan monorel di Bandung resmi diteken

Sabtu,  20 Juli 2013  −  16:01 WIB
MoU pembangunan monorel di Bandung resmi diteken
Ilustrasi, (Ist).

Sindonews.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) dan China National Machinery Import Export Corporation (CMC), sepakati rencana pembangunan monorel di kawasan Bandung Raya.

Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman, diteken Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan (Aher), dan Wakil Presiden CMC Zhao Jun, di Gedung Negara Pakuan, Kota Bandung, Jawa Barat, Sabtu (20/7/2013).

MoU itu berisi tentang Penyusunan Rencana Induk Metropolitan Bandung Raya Provinsi Jawa Barat. "MoU ini adalah tindak lanjut atas penandatanganan naskah kesepahaman yang telah dilaksanakan 8 Juni 2013 di China," ujar Aher.

Tujuan dibuatnya MoU itu adalah untuk membangun kesepahaman bersama dalam pelaksanaan kerjasama kedua belah pihak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Aher mengatakan, alat transportasi massal saat ini sangat mendesak dan dibutuhkan masyarakat. "Oleh karena itu, penyediaan infrastruktur transportasi massal dan sistem pendukungnya sangat krusial bai kesinambungan pertumbuhan dan perkembangan kawasan Metropolitan Bandund Raya," jelasnya.

Dalam penyusunan Rencana Induk Metropolitan Bandung Raya, Pemprov Jawa Barat ingin menerapkan konsep public private partnership yang memungkinkan adanya kerjasama antara publik dan private actor dalam pembangunan infrastruktur.

Sementara untuk pemetaan awal, rute moda transportasi massal nanti diharapkan bisa mencakup kawasan selatan hingga ke Soreang (Kabupaten Bandung), kawasan barat hingga ke Padalarang (Kabupaten Bandung Bara), serta kawasan timur hingga ke Jatinangor (Kabupaten Sumedang).

"Untuk lahan yang diperlukan bagi tiang penyangga rel, akan kita upayakan melalui lahan kurang produktif dan tidak bersinggungan dengan kepentingan masyarakat," paparnya.

Sehingga, kata Aher, pembebasan lahan akan berjalan efisien, tidak memakan waktu dan biaya yang terlalu besar. Tapi itu tentu harus disesuaikan dengan hasil survei lapangan dan studi kelayakan yang akan dilakukan.

"Oleh karenanya Pemprov Jabar mengharapkan studi kelaikan dan penyusunan rencana induk bisa dilakukan tepat waktu serta berjalan berbarengan. Sehingga pemasangan tiang pancang bisa dilakukan pada 2014," kata Aher.

Wakil Presiden CMC, Zhao Jun, mengaku akan terus mendorong agar proyek yang sudah disepakati berjalan lancar. Sehingga manfaat positif bisa dirasakan banyak pihak. "Mudah-mudahan rencana pembangunan ini berjalan lancar dan sukses," harapnya.


(maf)

views: 1.287x
shadow