alexa snippet

44 ton minyak mentah senilai Rp264 juta disita

44 ton minyak mentah senilai Rp264 juta disita
Ilustrasi (dok:Istimewa)
A+ A-
Sindonews.com - Aparat Unit II Subdit IV Tipiter Ditreskrimsus Polda Sumsel berhasil mengagalkan penyelundupan minyak mentah seharga Rp264 juta atau 44 ton, dari Sungai Angit, Kabupaten Muba, ke Lampung.

Direktur Direskrimsus Polda Sumsel Kombes Pol Raja Haryono mengatakan, pihaknya mengamankan dua truk Fuso pengangkut minyak mentah, di simpang lampu merah Jalan Prameswara, Kecamatan Ilir Barat (IB) 1 Palembang.

Truk Fuso bernomor polisi B 9362 YB, itu dikendarai oleh Endin (53) dan dikerneti Dedi (39). Keduanya merupakan warga Cibaduyut, Provinsi Jawa Barat (Jabar). Dalam truk itu, mereka membawa 22 ton minyak mentah.

Truk Fuso kedua, bernomor polisi BH 8064 XL. Truk itu juga bermuatan 22 ton minyak mentah, dikendarai oleh Aceng (45) dan dikerneti Dedex (35), warga Bandung.

"Tim Sus Ditreskrimsus Polda Sumsel memang diperintahkan untuk melakukan operasi pembarantasan illegal taping dan illegal loging, di wilayah Provinsi Sumsel. Penangkapan ini sendiri berawal dari adanya laporan masyrakat," ujar Raja, di Mapolda Sumsel, Rabu (17/7/2013).

Ditambahkan dia, informasi itu menyebutkan ada truk Fuso membawa minyak mentah ilegal dari Sungai Angit Muba, melintasi Palembang. "Kita langsung ke lapangan melakukan pemantauan terhadap ciri-ciri kedua truk di sepanjang Jalan Soekarno-Hatta dan Jalan Prameswara," ungkapnya.

Hasilnya, ditemukan dua truk pembawa minyak ilegal itu di simpang lampu merah Jalan Prameswara. ”Kita langsung stop dan cek, ternyata benar, minyak illegal itu tidak memiliki surat-surat resmi dan illegal,” tandas perwira melati tiga ini.

Kemudian, kedua truk bermuatan 44 ton minyak ilegal itu diamankan dan kedua sopir, beserta kernetnya digelandang ke Mapolda Sumsel. ”Kedua sopir truk itu akan segera kita tetapkan sebagai tersangka. Karena, telah sengaja mengangkut minyak ilegal sesuai dengan Undang-undang Migas,” tukasnya.

Dia melanjutkan, otak pembelian minyak ilegal itu adalah Kausar, warga Muba, dan Yusuf, warga Bogor. Saat ini, polisi masih melakukan pemburuan. ”Kita masih melakukan terus pengembangan guna menangkap otak pembelian dan pemesan minyak yang indetitasnya sudah kita kantongi,” bebernya.

Dari hasil pemeriksaan, minyak mentah itu dibeli di Sungai Angit Muba, seharga Rp1.700 perliternya, atau seharga Rp74.800.000.
halaman ke-1 dari 2
views: 3.850
loading gif
Top