Kalimantan & Sulawesi

Hujan tiga hari, bendungan induk Bayang-bayang jebol

Kamis,  11 Juli 2013  −  14:27 WIB
Hujan tiga hari, bendungan induk Bayang-bayang jebol
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Hujan yang mengguyur wilayah Bulukumba dalam tiga hari terakhir membuat bendungan Induk Bayang-bayang, yang berada di Desa Gattareng, Kecamatan Gantarang, Bulukumba, jebol, Kamis (11/7/2013).

Banjir yang menghancurkan bendungan yang sedang dalam tahap pekerjaan tersebut juga menyebabkan tiga jembatan kayu tidak jauh dari lokasi bendungan terputus. Akibatnya, warga tidak bisa melintas dan terpaksa harus menggunakan jalan lain menuju kebun cengkehnya.
 
Idrus Paturusi, salah seorang warga Gattareng mengungkapkan, bahwa jebolnya bendungan Bayang-bayang karena Sungai Gattareng tidak mampu menampung derasnya air. Sebab, dalam beberapa hari hujan terus mengguyur wilayah Bulukumba ini. Bahkan, ada tiga jembatan lain juga ikut ambruk akibat banjir.
      
“Bendungan rusak parah karena diterjang banjir. Air bendungan tidak bisa lagi mengalir ke sawah warga yang mencapai ribuan hektar di Kecamatan Gantarang. Sedang luas jebol berkisar lima meter. Makanya, ini harus segera dilakukan perbaikan secepatnya, tidak bisa lagi ditunda hingga beberapa bulan kedepan,” ucap Idrus, kepada SINDO.

Terpisah, Kepala Desa Gattareng, Sudirman, membenarkan jebolnya bendungan induk Bayang-bayang tersebut. Menurutnya, kerusakan tersebut disebabkan hujan deras yang mengguyur daerah ini dalam beberapa hari terakhir.

“Iya, bendungan yang sedang dikerja itu jebol. Sekarang air tidak bisa lagi mengalir ke sawah warga,” ujarnya.

Dia menjelaskan, bahwa kerusakan ini murni adalah penyebab alam, sehingga tidak ada yang bisa disalahkan.

“Ini karena hujan deras. Bahkan, pekerja juga terkendala dalam menyelesaikan pengerjaan pembangunan bendungan Bayang-bayang sebab pengaruh cuaca yang buruk,” kata Sudirman.
      
Anggota DPRD Bulukumba Andi Tenri Alang mengemukakan, pihaknya mendesak kepada pemkab segera melakukan perbaikan bendungan yang jebol tersebut.

“Harus ada perbaikan secepatnya. Sebab, ini merupakan satu-satunya bendungan yang mengairi semua warga di Gantarang. Makanya, jangan lagi ditunda perbaikanya,” ujar dia.


(rsa)

views: 905x
shadow