Jawa Tengah & DIY

Komplotan perampas truk ditembak

Jum'at,  5 Juli 2013  −  15:56 WIB
Komplotan perampas truk ditembak
Perampok truk dump ditembak kakinya.Foto: Eka Setiawan/Koran Sindo

Sindonews.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dit Reskrimum) Polda Jawa Tengah menangkap komplotan bajing loncat yang kerap merampas truk dump lintas Provinsi di Pantura Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Komplotan ini berjumlah empat tersangka, dua di antaranya ditembak kakinya karena melawan saat hendak ditangkap.

Kawanan ini dikenal sadis, dari lima korban, empat di antaranya dibunuh sebelum truknya dirampas.

Komplotan perampok itu ditangkap kemarin, dan hari ini tiba di Mapolda Jawa Tengah. Mereka dikawal petugas dengan tangan terborgol dan langsung masuk ruangan penyidikan.

Selain mengamankan empat tersangka, petugas juga mengamankan satu orang yang diduga sebagai penadah truk rampasan itu. Statusnya masih terperiksa.

Masing - masing tersangka adalah Slamet alias Tolok (31), Agus Siswanto (36), Susanto (40). ketiganya merupakan warga Kecamatan Sedan, Kabupaten Rembang.

Sementara satu tersangka lainnya, Yanto (30) warga Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang.

Dua tersangka yang ditembak kakinya adalah Slamet di kaki kiri dan Yanto ditembak kaki kanannya.

Komplotan sadis ini ditangkap di Kabupaten Pati, dipimpin Kepala Sub Direktorat III Jatanras Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah, Komisaris Arman Asmara bersama AKP Yahya R Lihu dan Iptu Aji Darmawan.

Tim sempat mengejar tersangka dari Kabupaten Rembang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jawa Tengah, Komisaris Besar Djihartono mengatakan, para tersangka kini ditahan di Mapolda Jawa Tengah.

Berdasarkan penyidikan sementara, modus yang dilakukan kawanan ini adalah pura – pura memesan material dalam jumlah cukup besar agar dikirim menggunakan truk.

"Kami masih mengembangkan penyidikannya, termasuk ke arah penadah truk curian itu," timpalnya.

Penyidikan sementara, eksekutor pembunuhan korban yang rata - rata sopir adalah tersangka Slamet. Para korban dibunuh dengan cara dipukul menggunakan kunci roda.

Tersangka Slamet mengatakan saat beraksi, selalu bersama komplotannya. Ia mengaku sebagai eksekutor.

"Yang menelepon toko material itu Yanto kerjanya sopir omprengan, truk  baru kami cegat di tempat sepi. Kepala bagian belakang sopir truk saya pukul pakai kunci roda di dalam truk itu. Saya enggak tahu, apakah korbannya meninggal atau tidak. Langsung dibawa truknya," aku bapak satu anak itu.

Isi muatan truk, kata Slamet, dibongkar. Truknya kemudian dijual oleh tersangka Yanto ke seorang penadah. Biasanya satu unit truk terjual Rp22juta.

"Sudah 5 kali beraksi, terakhir dua bulan lalu di daerah Blora. Biasanya sekali beraksi dapat Rp5,5juta. Kami pernah beraksi di Jawa Timur, tapi enggak tahu daerahnya mana, pantura," lanjutnya.

Polisi mengamankan lima unit truk hasil rampasan komplotan ini sebagai barang bukti. Masing - masing nomor polisi, H 1465 JF, H 1570 LH, AD 1645 HE, B 9005 L0 dan  K 1630 KD.

Lima unit truk itu diparkir di halaman Dit Reskrimum Polda Jawa Tengah.


(lns)

views: 3.143x
shadow