Jawa Tengah & DIY

Selundupkan sabu, Natalia terancam hukum mati

Selasa,  2 Juli 2013  −  17:50 WIB
Selundupkan sabu, Natalia terancam hukum mati
Ilustrasi Okezone

Sindonews.com – Christina alias Natalia (56), warga Jalan Mandala nomor 46 RT002/RW011, Kelurahan Kebongkangkung, Kecamatan Klaracondong, Kota Bandung, terancam hukuman mati.
Dia diduga turut serta menyelundupkan narkotika ke Indonesia.

Natalia juga diduga sebagai pengendali Rosmalinda Sinaga (37), warga Medan yang divonis seumur hidup karena kedapatan membawa sabu – sabu dan heroin seberat 7,74kg senilai Rp16,11 miliar.

Perempuan berambut pendek sebahu itu sebelumnya ditangkap petugas Direktorat Reserse Narkotika dan Obat Berbahaya (Dit Resnarkoba) Polda Jawa Tengah pada Maret lalu di Apartemen WGP Tower B Unit 1703, Jalan Boulevard Raya Blok CN I RT07/RW020, Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Penangkapan Natalia merupakan hasil pengembangan penyidikan petugas atas tersangka Rosmalinda.

Setelah berkas dianggap lengkap, siang tadi, penyidik Dit Resnarkoba Polda Jawa Tengah melimpahkan tersangka berikut barang buktinya ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang menyusul berkas dinyatakan lengkap oleh jaksa atau P 21.

Tersangka Natalia dijerat Pasal 137 huruf b Undang – Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Semarang, Mustaqfirin mengatakan peran Natalia memang mengendalikan Rosmalinda, namun pihaknya tidak melihat peran masing – masing tersangka dalam kejahatan jaringan tersebut.

“Walaupun masing – masing punya peran sendiri, tapi tujuannya sama. Agar sabu – sabu dan heroin itu masuk. Jadi barang bukti yang ditemukan saat penangkapan Rosmalinda, berlaku juga bagi Natalia. Ancamannya bisa hukuman mati,” ungkapnya saat ditemui di kantor Kejari Semarang, Jalan Abdul Rahman Saleh, Kota Semarang.


Selanjutnya...

views: 1.103x
Halaman 1 dari 4
Bagikan artikel ini :
shadow