Kalimantan & Sulawesi

Pelabuhan Bajoe-Kolaka marak calo tiket

Minggu,  30 Juni 2013  −  17:06 WIB
Pelabuhan Bajoe-Kolaka marak calo tiket
Ilustrasi (Sindophoto)

Sindonews.com - Pelabuhan Bajoe-Kolaka Sulawesi Tenggara, marak calo tiket. Harga tiket yang ditawarkanpun sudah barang tentu lebih tinggi daripada harga yang dijual oleh loket resmi yang disediakan oleh Angkutan Sungai Darat dan Perairan (ASDP).

Penjualan karcis yang dilakukan oleh para calo ini berlapis. Mereka ada didepan gerbang pertama dan gerbang kedua sebelum masuk ke dermaga pelabuhan. Para calo ini tidak segan-segan akan menyambangi para penumpangnya dengan menawarkan tiket.

Menurut seorang penumpang kapal fery Masagena, Manggisi, dirinya ditawari tiket oleh para calo saat digerbang utama dengan tiket seharga Rp75.000-Rp80.000. Harga tiketnya berbeda saat membeli langsung tiket diloket resmi yang berada di depan gedung aula ASDP dengan harga Rp70.000.

"Saya bawa keluarga banyak, mereka juga mengejar mobil yang saya tumpangi hendak ke dermaga pelabuhan tapi saya tolak karena saya tahu harga resmi tiket," ujar Manggisi kepada SINDO, Minggu, (30/6/2013).

Sementara itu, Manager ASDP Pelabuhan Bajoe, Mashuri, mengatakan bahwa keberadaan para calo ini terus membayangi calon penumpang hingga melakukan bujukan. Kendati demikian, penumpang diharapkan tidak membeli tiket melalui calo apalagi dengan orang yang tak dikenalnya.

"Kita sediakan pembelian tiket jalur ke dermaga pelabuhan, sehingga jika ada penumpang bisa melihat langsung loket karcis," kata Mashuri saat dihubungi via ponselnya.

Sekaitan dengan hal itu, LSM Lamellong, Muhammad Rusdi, mengatakan bahwa pihak calo harusnya diberantas karena rawan dengan aksi kriminalitas dan merugikan para penumpang. Selain itu, pihak ASDP diharapkan kepada pelayanan dan kenyamanan kepada penumpang.

"Harusnya ASDP memasang tanda-tanda kearah penjualan loket tiket digerbang pertama atau memasang harga tiket supaya orang bisa tahu semua," ungkapnya.


(rsa)

views: 410x
shadow