Jawa Timur

Khofifah "dijegal", ini seni politik

Rabu,  22 Mei 2013  −  14:14 WIB
Khofifah dijegal, ini seni politik
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Upaya pasangan KarSa yang memborong sejumah partai politik untuk mendukungnya sehingga langkah Khofifah-Herman terancam, dipandang pengamat politik sebagai seni politik.  

Pengamat politik Universitas Airlangga (Unair) M Asfar menegaskan, upaya yang dilakukan Pasangan karSa lebih pada seni berpolitik bukan lebih pada menghambat pasangan lain. Terlepas nanti ada imbas ke calon lain adalah persoalan yang berbeda.

"Langkah KarSa ini saya melihat lebih pada seni berpolitik untuk merangkul parpol. Itu tentu membutuhkan negoisasi dan sumberdaya untuk komunikasi," kata Asfar kepada wartawan, Rabu (22/5/2013).

Ia menjelaskan, seni politik itu merupakan bagian dari strategi pemenangan bukan untuk menjegal pasangan lain. Upaya untuk merangkul parpol sebanyak-banyaknya.

Meski parpol tersebut sedang dilanda dualisme tidak merusak demokrasi di Jatim. Tentunya dengan kemampuan untuk merangkul ini dimanfaatkan oleh KarSa untuk memperbanyak dukungan.

Direktur PusdeHAM Unair ini menyebut, sejauh ada aturan demokrasi itu tetap ditegakkan maka tidak ada masalah. Ia menilai, dengan banyaknya calon yang muncul, peluang kemenangan incumbent semakin besar. 

"Munculnya dua calon maka untuk mengalahkan pasangan incumbent lebih sulit. Dengan dua pasangan bukan demokrasi kemudian mati, tapi dengan dua pasangan peluang kemenangan incumbent menjadi lebih besar," ungkap Asfar.


(ysw)

views: 1.226x
Bagikan artikel ini :
shadow