Jawa Tengah & DIY

Pembunuh SPG rokok diendus Bruno, si anjing pelacak

Selasa,  21 Mei 2013  −  20:28 WIB
Pembunuh SPG rokok diendus Bruno, si anjing pelacak
Ilustrasi (Dok Istimewa)

Sindonews.com - Pengungkapan siapa pelaku pembunuhan Amalia ini berhasil setelah petugas melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) lanjutan di lokasi kejadian. selain memeriksa saksi dan rekaman CCTV  (Closed Circuit Television) di rumah itu.

Tim dari Unit Satwa atau K – 9 Polrestabes Semarang juga dilibatkan. Ada seekor anjing terlatih bernama Bruno yang ikut serta dalam Olah TKP lanjutan itu.

Berdasarkan informasi yang dihimpun SINDO, Bruno mengendus tempat disembunyikannya barang bukti itu. Lokasinya, disembunyikan di plafon bangunan dua lantai yang masih dibangun.

"Di situ, ditemukan aneka barang bukti. Di antaranya; sebuah I Phone, kartu member karaoke, beberapa kartu kredit, kartu ATM, kacamata, sebuah korek gas yang identik milik korban dan sebuah pisau kecil," jelas Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Bayu Suseno, Selasa (21/5/2013).

Saat itu, tersangka masih bekerja bersama 7 buruh lainnya. Mereka berdiri berjajar dan Bruno mulai mengendus satu per satu. Bruno saat itu terus mengendus Pisa, si pelaku. Petugas belum puas, 7 buruh bangunan itu kembali berdiri berjajar dan Pisa disembunyikan dalam sebuah kamar.

Namun, Bruno tidak mau mengendus 7 buruh bangunan itu. Bruno tetap mencari dan berhasil menemukan di kamar tempat di mana Pisa disembunyikan. Pisa akhirnya tidak bisa mengelak dan mengakui perbuatannya.

Sebelumnya, tersangka Pisa adalah salah satu saksi dari 20 saksi yang diperiksa polisi. Namun tersangka dengan tenang membantah telah melakukan pembunuhan itu.

Sementara itu, saat tersangka Pisa dibawa ke lokasi pembunuhan, ratusan warga terus berkerumun di sekitarnya. Mereka berusaha mendekat, baik warga sekitar maupun pengendara yang nekat memarkir kendaraannya di sana.

Saat ditanyakan apakah motif pembunuhannya ataupun sempat memerkosa korban, tersangka yang dalam keadaan tangan diborgol itu hanya diam. Tersangka akhirnya digelandang ke Mapolsek Semarang Selatan untuk proses penyidikan selanjutnya.

Sebelumnya diberitakan, korban ditemukan tewas di kamar kosnya pada Minggu sekitar pukul 21.00 WIB. Jenazahnya dievakuasi ke RS Bhayangkara Semarang sekitar 3,5 jam kemudian menggunakan mobil jenazah milik Polda Jawa Tengah. Di RS Polri itu, jenazah dilakukan autopsi.

Kamar kos korban terletak di lantai dua bangunan milik seorang dokter gigi, Djoko Priyanto, spesialis orthodonosi atau pengawatan. Kamar kos korban terletak di lantai dua, karena lantai satu rumah itu digunakan untuk praktik dokter. Alamatnya di Jalan Lampersari Nomor 41, Kelurahan Lamper Kidul, Kecamatan Semarang Selatan, Kota Semarang.

Berdasarkan KTP, korban diketahui lahir di Jepara, 25 Januari 1991. Alamat sesuai KTP adalah Kavling OK, Blok A Nomor 34 - 35, RT005/RW011, Desa Malaka Jaya, Kecamatan Jakarta Timur, DKI Jakarta.

Alamat itu diketahui saat korban tinggal di Jakarta, karena sempat menikah pada 2010 dan cerai setahun kemudian. Korban tercatat sebagai mahasiswi Jurusan Broadcasting Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang angkatan 2009.


(rsa)

views: 3.372x
Bagikan artikel ini :
shadow