Jawa Timur

Atasi banjir, Pasuruan lirik embung

Selasa,  18 Juni 2013  −  16:13 WIB
Atasi banjir, Pasuruan lirik embung
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Saat ini, Kabupaten pasuruan sedang melirik teknologi embung di dua kawasan rawan banjir di Kecamatan Beji dan Bangil.

Kepala Dinas Pengairan Kabupaten Pasuruan, Misbah Zunib, mengungkapkan, kajian akademis Balai Besar Wilayah Sungai Brantas ini diharapkan bisa memberikan solusi atas persoalan genangan banjir.

Namun secara tehnis, pembuatan embung dijalur ini memiliki banyak kendala. Karena dua kawasan Beji dan Bangil ini pada zaman Belanda merupakan kawasan bozem (penampungan air).

"Kajian akademis ini dilakukan mulai dari hulu di kawasan Prigen hingga muara air di Desa Kedungboto, Kecamatan Beji," kata Misbah Zunib di kantornya, Selasa (18/6/2013).

Menurut Misbah, kondisi geografis kawasan yang kerap menjadi langganan banjir ini lebih rendah dibanding daerah sekitarnya. Sehingga ketika terjadi banjir, air bisa mengalir manakala laut juga surut.

"Genangan air di Beji dan Bangil ini sangat tergantung pasang surut air laut. Rata-rata bisa mencapai 24 jam," kata Misbah.

Hingga saat ini, lanjut Misbah, Kabupaten Pasuruan memiliki dua buah embung yakni di Desa Kedung Banteng, Kecamatan Rembang dan Desa Kertosari Kecamatan Purwosari. Sementara di Desa Kedung Pengaron Kecamatan Kejayan sedang dalam tahap pembangunan.

"Selain sebagai pengendali banjir, embung juga difungsikan sebagai irigasi pertanian," tandasnya.


(ysw)

views: 1.318x
shadow