Jawa Timur

Dicurigai sembunyikan teroris, Masjid Ahmadiyah dirusak warga

Jum'at,  17 Mei 2013  −  14:58 WIB
Dicurigai sembunyikan teroris, Masjid Ahmadiyah dirusak warga
Ilustrasi, Masjid Ahmadiyah Tasikmalaya dirusak. (RCTI)

Sindonews.com - Dicurigai sebagai tempat persembunyian pelarian teroris, sebuah rumah ibadah (masjid) milik jamaah Ahmadiyah di Desa Gempolan, Kecamatan Pakel, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur dirusak massa.

Ratusan warga yang murka melempari bangunan peribadatan tersebut dengan batu sehingga seluruh kaca hancur. Peristiwa amuk massa itu berlangsung Kamis 16 Mei 2013 sekira pukul 21.30 Wib.

Tidak ada korban jiwa maupun luka. Petugas kepolisian dan perangkat desa setempat langsung mengevakuasi tiga orang penganut Ahamadiyah, yakni Japar (45) Ketua Ahmadiyah Tulungagung, Edi Susanto (35) jamaah, dan Rizal Fazli Mubarrak (24) warga warga Kelurahan Pondok Udik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang dicurigai sebagai teroris.

"Warga was was. Mengingat peristiwa terorisme baru saja terjadi di Bogor. Dan sekarang ada orang asing yang tinggal disini tanpa melapor," ujar Supinah Kaur Pemerintahan Desa Gempolan kepada wartawan Jumat (17/5/2013).

Rizal diketahui mulai berada di lingkungan RT 3 RW 2 Desa Gempolan sejak lima hari lalu. Bersama Japar, lelaki  bujang yang mengaku sebagai juru syiar Ahmadiyah itu hendak bermukim di Desa Gempolan.

Ketua MUI Desa Gempolan Imam Muslim menambahkan, Japar langsung dibawa keluar dari tempat ibadah. Begitu juga Rizzal dan Edi Susanto langsung dibawa pergi dari lokasi. Hal itu mengingat kemarahan massa sulit terbendung.

"Peristiwanya cepat. Sekitar lima menit. Suasananya panas, namun untungnya bisa diredam ," sambung Imam Muslim.

Saat ini sejumlah aparat TNI dan Polri masih berjaga-jaga di lokasi. Rumah Japar dalam keadaan tertutup.

Menurut keterangan Imam sejak pagi pergi. Begitupun dengan Edi Susanto juga tidak ada di rumahnya. Sementara dari informasi yang berkembang Rizzal dipulangkan ke Bogor.

"Yang pasti sejak pagi rumah pak Japar kosong," pungkasnya.

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Tulungagung AKP Lahuri justru mengaku tidak tahu dengan peristiwa tersebut.

"Saya belum tahu. Belum ada laporan yang masuk ke Polres. Mungkin peristiwanya kecil," ujarnya saat dihubungi, Jumat (17/5/2013).


(ysw)

views: 1.456x
Bagikan artikel ini :
shadow