Bali & Nusa Tenggara

Pekerja tambang marmer mogok tuntut penyesuaian upah

Kamis,  13 Juni 2013  −  14:07 WIB
Pekerja tambang marmer mogok tuntut penyesuaian upah
Ilustrasi (okezone)

Sindonews.com - Sedikitnya 61 orang warga Desa Teba melakukan mogok kerja di perusahaan tambang marmer yang beroperasi di Niap-niap Desa Teba, Kecamatan Biboki Tanpah, Timor Tengah Utara (TTU), Nusa
Tenggara Timur.

Aksi mogok itu dilakukan lantaran upah mereka sejak awal 2013 hingga saat ini belum dibayarkan, mereka ingin meminta pihak perusahaan PT Timor Mermer Indah Segera membayarkan upah yang disepakati pada tahun
akhir tahun 2012 yakni Rp1.010.000 perbulan.

"Kami sudah tidak bekerja lagi sejak tanggal 18 Mei 2013 lalu, kami minta perusahaan segera membayarkan upah kami, jika tidak kami akan lakukan aksi demontrasi besar-besaran," ungkap Vernando Da Silva, salah satu pekerja tambang marmer di Kefamenanu, Kamis (13/6/2013).

Vernando mengatakan, selama ini mereka melakukan perkerjaan berat seperti memotong batu marmer di atas pegunungan Niap-niap kemudian hasil potongan batu Marmer itu dikirim ke Surabaya namun upaya kerja
keras itu tidak dibarengi dengan upah yang cocok.

"Kebanyakan kami pekerja ini sudah bekerja 10 hingga 11 tahun tetapi upah kami tidak naik hanya sebatas Rp925 ribu," ungkapnya.

Padahal akhir tahun 2012 lalu, perusahaan menjanjikan kenaikan upah menjadi Rp1.010.000 tetapi hingga kini tak terealisasi.

Sejauh ini, Manajer PT Timor Marmer Indah, Iki Pryambodo belum berhasil dihubungi untuk melakukan konfirmasisoal keluhan para pekerja Marmer yang sudah bekerja selama sepuluh hingga sebelas tahun di Niap-niap.


(ysw)

views: 1.639x
shadow