Kalimantan & Sulawesi

Minim alat berat, Toraja kewalahan tangani longsor

Senin,  13 Mei 2013  −  14:39 WIB
Minim alat berat, Toraja kewalahan tangani longsor
Ilustrasi (istimewa)

Sindonews.com - Dinas Pekerjaan Umum (PU) kabupaten Tana Toraja mengakui penanganan jalan yang tertimpa bencana tanah longsor di sejumlah wilayah dalam kabupaten Tana Toraja mengalami hambatan.

"Kami akui proses normalisasi ruas jalan yang tertimpa longsor berjalan lambat karena minimnya alat berat," ujar Sekretaris Dinas PU Tana Toraja, Nirus Nicolas kepada SINDO di Makale, Senin (13/5/2013).

Nirus mengatakan, dalam satu bulan terakhir, sejumlah ruas jalan di kabupaten Tana Toraja tertimbun material longsor. Proses pembersihan material longsor dari badan jalan tidak bisa dilakukan dengan cara manual.

Menurutnya, jumlah alat berat yang dimiliki Dinas PU Tana Toraja tidak sebanding dengan jumlah lokasi longsor. Untuk penanganan longsor, alat berat harus dimobilisasi dari titik longsor yang satu ke titik longsor lainnya.

Mobilisasi alat berat pun harus menunggu hingga pembersihan material longsor tuntas baru alat berat bisa dikerahkan untuk proses normalisasi pada ruas jalan yang longsor lainnya.

Dikatakan Nirus, alat berat yang dimiliki Dinas PU hanya tiga unit eksavator. Satu unit kondisinya rusak karena tertimbun longsor saat berupaya membersihkan longsordi Desa Pali kecamatan Bittuang dua pekan lalu.

Satu unit eksavator disiagakan di kecamatan Simbuang guna mengantisipasi jika sewaktu-waktu bencana longsor melanda kecamatan Simbuang dan Mappak yang berada di bagian barat kabupaten Tana Toraja dan berbatasan langsung dengan kabupaten Mamasa provinsi Sulawesi Barat.

"Kami berharap, pemerintah bersama DPRD mempertimbangkan anggaran untuk penambahan alat berat di Dinas PU. Dengan adanya penambahan alat berat penanganan longsor bisa lebih maksimal," ujarnya.


(ysw)

views: 2.066x
Bagikan artikel ini :
shadow