Jawa Tengah & DIY

Pensiun, Kalapas Cebongan tetap pantau kasus

Jum'at,  31 Mei 2013  −  18:48 WIB
Pensiun, Kalapas Cebongan tetap pantau kasus
Sukamto mantan Kalapas Cebongan. (Ridho/Koran Sindo)

Sindonews.com - Kendati mulai pensiun besok, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) IIB Cebongan, Sleman, B. Sukamto berjanji akan tetap mengawal dan mendampingi para saksi dalam kasus penyerangan lapas tersebut oleh oknum Kopassus.  

"Sampai permasalahan selesai. Meskipun kami tidak lagi bersama-sama secara dinas, tetapi kami berjanji akan tetap mendampingi dan mengawalnya," kata dia, seusai serah terima jabatan di Lapas IIB, Cebongan, Sleman, Jumat (31/5/2013) sore tadi.

Dalam kesempatannya, berkali-kali dirinya meminta maaf dengan adanya peristiwa eksekusi mati empat tahanan titipan Polda DIY pada Sabtu (26/3/2013) lalu. Disarankan juga, kepada Kalapas yang baru menjabat, untuk selalu berhati-hati.

"Sleman ini kondusif, tapi hati-hati," ujarnya.

Sekedar diketahui, Sukamto sendiri telah bekerja di lingkungan Kementerian Hukum dan HAM selama 32 tahun. Sebelum di Lapas IIB Cebongan, dirinya juga sempat menjabat di Lapas Bantul.

Dikedua tempat tersebut, dirinya sempat mengungsikan warga tahanannya. Di Bantul, tepat dirinya saat menjabat, terjadi bencana gempa pada 2006 lalu.

Sementara, saat di Lapas Cebongan, dirinya mengungsikan warga tahanannya karena terjadi bencana erupsi Merapi, pada akhir 2010 lalu. Meski diungsikan ke tempat lain, warga tahanannya tidak ada satupun yang kabur.

Selanjutnya, setelah pensiun ini, dirinya akan lebih berkonsentrasi terhadap keluarganya.

"Saya juga siap untuk menjadi salah satu saksi saat persidangan, kasus Lapas Cebongan, di pengadilan militer nanti," ucapnya.

Sebelumnya, kasus eksekusi mati empat tahanan titipan Polda DIY di Lapas IIB Cebongan, Sleman, terjadi pada Sabtu 23 Maret 2013 lalu. Pelaku yang telah ditetapkan tersangka sebanyak 12 orang, dari anggota Komando Pasukan khusus (Kopassus) Group II, Kandang Menjangan, Kartosuro.


(ysw)

views: 1.051x
shadow