Jawa Timur

PT KAI paksa keluar penghuni rumah dinas

Kamis,  2 Mei 2013  −  08:03 WIB
PT KAI paksa keluar penghuni rumah dinas
Ilustrasi. (Dok. Sindo)

Sindonews.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop V Madiun meminta paksa para penghuni rumah dinas pejabat Stasiun Tulungagung mengosongkan tempat tinggal. Soalnya, selain sudah pensiun, PT KAI berencana menarik kembali semua rumah dinas tersebut ke dalam aset institusi.

Menurut keterangan Humas Daops V Madiun Sugiono, selain pensiun, alasan penertiban didasari adanya pemanfaatan lahan PT KAI untuk bisnis pribadi.

"Karenanya kita tertibkan. Kami sudah meminta penghuni rumah untuk segera melakukan pengosongan secepatnya," ujarnya di Madiun, Jawa Timur, Kamis (2/5/2013).

Ada tiga unit rumah dinas yang berada di wilayah komplek stasiun Tulungagung. Dalam sejarahnya, penyediaan rumah dinas tersebut diperuntukkan kepada para pimpinan stasiun  dan pejabat setingkat dibawahnya. Informasi yang dihimpun, rumah dinas tersebut dihuni sejak tahun 70an.

Meski para pejabat sudah tidak menjabat karena pensiun, mereka enggan meninggalkan rumah yang notabene berstatus aset PT KAI. Tidak hanya yang bersangkutan. Rumah itu juga dihuni secara turun temurun.

Bahkan bagian depan rumah yang merupakan lahan yang cukup luas telah disewakan kepada orang lain. Ada sejumlah lapak dan ruko yang setiap bulan pemiliknya harus membayar uang sewa kepada penghuni rumah dinas. "Tentunya hal itu (penyewaan) tidak diperbolehkan. Karenanya kita melakukan penertiban," terangnya.

Meski sepenuhnya sebagai pemegang kekuasaan, PT KAI masih bersedia memberi toleransi waktu kepada para penghuni untuk melakukan persiapan. "Sebab kita berharap pengosongan rumah dinas ini berjalan dengan baik," pungkasnya.

Dido salah seorang penghuni rumah dinas menyatakan bersedia mengosongkan bangunan yang bukan haknya. Ia mengakui, seluruh tempat tinggal dan aset yang telah disewakan untuk menjadi ruko perdagangan itu milik PT KAI. "Kami akan pindah. Namun kami meminta beberapa bulan lagi untuk persiapan," tuturnya.


(mhd)

views: 1.679x
Bagikan artikel ini :
shadow