Jawa Barat

4.407 Guru terima Tunjangan Profesi

Jum'at,  19 April 2013  −  03:00 WIB
4.407 Guru terima Tunjangan Profesi
Ilustrasi

Sindonews.com - Sebanyak 4.407 orang guru di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, yang sudah bersertifikasi mendapatkan tunjangan profesi. Tunjangan tersebut dicairkan langsung melalui rekening masing-masing penerima.

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Majalengka, Sanwasi mengatakan, pencairan tunjangan tersebut merupakan tunjangan untuk periode bulan Januari hingga Maret 2013 lalu. Adapun besaran anggaran untuk pencairan itu, jelas dia sebesar Rp.41.788.705.900.

“Tunjangan profesi guru untuk tiga bulan dari Januari hingga Maret sudah dicairkan. Untuk periode tiga bulan itu, sebesar Rp Rp41.788.705.900 untuk 4.407 orang guru dari mulai jenjang TK hingga SMA/sederajat yang sudah mengantngi sertifikat,” kata Sanwasi.

Disebutkan dia, anggaran tersebut berasal dari Pemerintah pusat yang disalurkan kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka melalui DPKAD. Dari DPKAD, jelas dia, kemudian dilanjutkan kepada guru yang bersangkutan sesuai dengan daftar yang ada.

“Anggaran itu berasal dari pemerintah pusat yang disalurkan kepada DPKAD, kemudian ditransfer ke masing-masing guru yang bersangkutan. Jadi, tidak mungkin ada penyelewengan, karena tidak melalui pihak ke tiga,” jelas dia.

Terkait besaran tunjangan yang diterima oleh setiap guru, Sanwasi menyebutkan sama dengan satu kali gaji. Namun demikian, untuk besaran sendiri, disesuikan dengan golongan masing-masing penerima.

“Tunjangan yang diterima sama dengan gaji dari setiap guru yang bersangkutan. Namun tentunya ada perbedaan disesuaikan dengan golongan masing-masing penerima,” papar dia. “Di wilayah III Cirebon ini, Majalengka merupakan Kabupaten pertama yang mencairkan tunjangan profesi tersebut,” lanjut dia.

Dengan dicairkannya tunjangan profesi tersebut, Sanwasi berharap bisa dibarengi dengan meningkatnya kinerja para guru dalam menjalankan kewajibannya.

“Sudah seharusnya itu dibarengi dengan meningkatkan kinerja mereka dalam mendidik anak-anak. Kami berharap, dana itu benar-benar dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan, bukan digunakan untuk yang sifatnya hedonisme,” papar dia.


(rsa)

views: 1.180x
shadow