Kalimantan & Sulawesi

Banyak kasus DBD, Parepare butuh fogging

Selasa,  2 April 2013  −  17:12 WIB
Banyak kasus DBD, Parepare butuh fogging
(Dok Sindophoto)

Sindonews.com - Penyemprotan (Fogging) terhadap wabah Demam Berdarah Dengue (DBD), di beberapa wilayah di Kota Parepare dinilai sudah harus segera dilakukan.

Menurut Komisi II Bidang Kesehatan dan Pendidikan Kota Parepare Kaharuddin Kadir, hal itu merupakan hal yang mendesak mengingat kasus tersebut sudah sangat menjadi permasalahan besar di sana.

"Ini harus menjadi prioritas, apalagi sudah banyak korban DBD, terutama anak-anak. Pastinya laporan dari puskesmas wilayah tersebut sudah masuk, untuk itu harus dilakukan fogging," kata Kaharuddin Kadir kepada Sindo, Selasa (2/4/2013).

"Makanya sebelumnya dilakukan peninjauan lokasi, dan mengumpulkan data apakah memang wilayah tersebut terkena wabah DBD," lanjutnya.

Setelah itu, jika memang terdapat indikasi adanya DBD dinas terkait, kata dia harus segera melakukan Fogging, karena dikhawatirkan akan merambat ke beberapa warga lainnya.

"Karena biasanya anak-anak yang terkena DBD, terkadang berasal dari luar daerah, makanya mesti dilakukan peninjauan terlebih dahulu," jelasnya.

Sebelumnya di Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacikiki Barat beberapa anak positif terkena penyakit DBD diantaranya, Riyandi (5), Ihsan (12), dan Nabila (8). Saat ini mereka masih menjalani perawatan di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Madising Na Mario. Selain itu awal bulan lalu Sulfa (5), warga Kelurahan Lumpue meninggal karena DBD.

Meski demikian, kata politikus dari fraksi Golkar ini, ada beberapa persyaratan jika memang akan dilakukan Fogging, seperti pengambilan sampel darah, dan peninjauan lokasi.

"Namun lebih baik pemberian Abate, karena hal ini masih lebih baik ketimbang Fogging, tapi kenyataan sekarang sudah ada korban," jelasnya.

Dikonfirmasi di tempat yang berbeda, Wali Kota Parepare Sjamsu Alam mengatakan bahwa dirinya sudah memerintahkan pihak dinas terkait untuk segera melakukan tindakan.

"Saat ini sudah ditangani, apalagi sudah banyak laporan soal adanya korban di Tiro Sompe," kata dia.

Dia juga menjelaskan, sebelum dilakukan fogging, dinas kesehatan pasti melakukan peninjauan terhadap lokasi yang diduga terjangkit DBD.

"Foggingkan bahaya buat kesehatan, makanya terlebih dahulu diupakayan memberikan obat abate yang ditaruh di bak mandi," jelasnya.


(rsa)

views: 704x