Jawa Barat

Kisah pilu longsor Cililin

Ditemukan tubuh wanita menggendong bayi

Jum'at,  29 Maret 2013  −  01:24 WIB
Ditemukan tubuh wanita menggendong bayi
Longsor di Kecamatan Cililin. (sindophoto)
Sindonews.com - Tim evakuasi pencarian korban tanah longsor di Kampung Nagrok, Dusun Lembang, Desa Mukapayung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali berhasil menemukan korban yang tertimbun.

Kali ini jasad yang ditemukan dalam kondisi mengharukan, karena satu korban perempuan dewasa tampak sedang menggendong anak kecil yang diidentifikasikan kedua jasad tersebut besar kemungkinan adalah Ros (32), dan Resti (3).

Dengan diketemukannya dua jenasah tambahan, maka korban tewas korban longsor di Kampung Nagrok, Dusun Lembang, yang berhasil ditemukan hingga Kamis 28 Maret 2013 berjumlah 12 orang. Mereka adalah Tedi (13), Dedi (27), Agus (5), Tika (26), Fitri (8), Aditia (3), Teten (28), Safaat (8), Tuti (48), Taryati(26), Ros (32), dan Resti (3).

Sedangkan, nama-nama yang kini terus masih dicari adalah Entis (55), Imas (55), Jesica Aulia (3 bulan), Iis (18), dan Cecep Hadiansyah (22).

Proses penemuan Ros dan Resti oleh petugas berlangsung alot. Ini dikarenakan sejak pencarian dilakukan mulai pukul 07.00 WIB hingga tengah hari belum ada tanda-tanda bakal ada jenasah baru yang ditemukan.

Ketika istirahat pukul 12.00 WIB dimana seluruh petugas turun untuk makan, pencarian masih nihil. Baru setelah pencarian kembali dilakukan sekira pukul 14.15 WIB petugas mulai menemukan bagian tangan yang menyembul.

Setelah digali lebih dalam jasad tersebut tertindih balok yang cukup besar. Setelah disingkirkan, baru terlihat jika tangan itu sedang memeluk seorang anak. Proses pengangkatan jasad keduanya pun tidak mudah dan berlangsung cukup lama.

Penyebabnya, selain terjepit runtuhan kayu, jenasah ibu dan anak itu juga terhalang batu besar sehingga perlu dipindahkan terlebih dahulu sebelum berhasil diangkat sekira pukul 15.30 WIB
 
"Dua jasad itu kemungkinan besar adalah Ros dan Resti. Mereka masih satu keluarga dengan Teten dan Safaat yang pada saat ditemukan juga dalam keadaan saling berpelukan," terang Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) KBB, Maman Sulaiman saat ditemui Sindonews di lokasi, Kamis (28/3/2013).

Menurutnya, pada saat ditemukan jasad Resti (3) ada didalam pelukan ibunya (Ros). Sedangkan Ros, posisinya berlutut menghadap dinding tanah. Melihat kondisi tersebut, Maman meyakini jika keduanya sudah sempat meninggalkan rumah pada saat longsor terjadi.

Namun, datangnya material tanah sangat cepat sehingga keduanya tidak bisa menghindar dan menyelamatkan diri. Apalagi antara titik penemuan jasad dengan rumah hanya berjarak beberapa meter saja. Yang menandakan jika bangunan rumah pun ikut bergeser akibat dihantam tanah.


Selanjutnya...
dibaca 2.433x
Halaman 1 dari 2
Bagikan artikel ini :
Daftarkan email anda
untuk update berita terkini
Subscribe
shadow